Persewaan Wahana Baru pemandian Selokambang Diduga Ilegal , Kepala Dinas Pariwisata : Saya Belum Tahu

Harianmerdekapost.com. Lumajang, Jawatimur. Pemandian alam selokambang yang di kelola pemerintah kabupaten lumajang di bawah naungan Dinas Pariwisata terus berbenah untuk meningkatkan pengunjung serta Pendapatan Asli Daerah ( PAD) menjadi prioritas pemerintah lumajang, Upaya upaya tersebut sampai hari ini belum menampakan hasilnya terbukti pemandian alam selokambang belum ada perubahan signifikan dari tahun ke tahun bahkan terkesan menurun.

Salah satu wahana baru menjadi sorotan publik yang sebelumnya kuat isu diduga dimiliki oknum pegawai  pariwisata  namun Setelah awak media ke lokasi terlihat aktifitas mereka minim pengawasan dan keamanan seperti halnya pelampung yang di khususkan orang dewasa di gunakan anak anak tanpa adanya rompi pelampung dan pendampingan dari pihak ketiga, Dimana kedalaman air mencapai 2 meter rentan bahaya tenggelam, kuat dugaan aktifitas tersebut minim pelatihan dan belum  memiliki sertifikat profesi  pemandu wisata air.

Aktifitas wahana baru menjadi pertanyaan beberapa pihak pasalnya pernyataan Koordinator selokambang dan kepala dinas pariwisata belum mengetahui adanya wahana baru tersebut.

Yani, Koordinator pemandian selokambang saat di konfirmasi awak media menerangkan bahwa persewaan wahana tersebut milik pihak ketiga seperti halnya warung warung lain sewa lahan serta mengetahui dinas pariwisata melalui kerja sama dengan rincian item item yang di sewakan dan tidak ada analisa terkait kegiatan tersebut sebelumnya serta membenarkan tidak ada rompi pelampung untuk keamanan di kolam dan tidak membenarkan terkait isu milik pegawai pariwisata

,” Itu milik pihak ketiga, sewa lahan atau tempat, Ada kerjasamanya di kantor seperti halnya warung warung bayar bulanan . kerjasamanya ada rincian rincianya ,’ Terangnya di sambungan telepon.

Lanjut yani terkait kepemilikan sertifikat pemandu air , ” kalau Sertifikat saya tidak tahu ,” tambahnya.

READ  Hari Batik IGKTI Kota Surabaya - TK ANUGERAH borong piala Lomba Batik Ecoprint

Sementara itu, Kepala Dinas pariwisata Patria Dwi Hastiadi, saat di konfirmasi awak media Senin, ( 18/5/2026) di pendopo arya wiraraja di sela sela pelantikan sumpah jabatan pejabat pimpinan pratama mengaku tidak mengetahui adanya wahana baru dan persewaan tersebut. Patria bakal memastikan wisatawan yang berenang tak terganggu.

‎” Saya belum tahu Kalau disana ada wahana baru , harus ada standar keselamatan. Itu akan kami evaluasi supaya tidak menggangu kolam besar. Yang bisa nyewa itu cuma retribusi pengepakan. Kalau yang itu rawan. Sudah saya telepon Sekdin, berbahaya,” Tegasnya. ( AN).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *