Darurat Sampah, Hari Lingkungan Hidup Sedunia Warga Jalan Citandui Lumajang Ancam Tutup TPS

Harianmerdekapost. com. Lumajang, Jawatimur. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni kemarin, seharusnya menjadi momen refleksi dan perbaikan pengelolaan lingkungan. Namun, kondisi berbeda justru terlihat terbalik seperti halnya Tempat Penampungan Sementara (TPS) Jalan Citandui, Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Lumajang. Sampah menumpuk di lokasi tersebut selama satu minggu terakhir dan belum diangkut oleh truk pengangkut milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang.

 

Akibat penumpukan yang berlangsung lama, bau busuk dan menyengat menyebar hingga ke pemukiman warga dan area sekitar jalan . Warga mengeluhkan kenyamanan beraktivitas dan tak jarang pengendara roda dua menutup hidung saat melewati .

 

Dari pantauan awak media, Sampah di angkut yang ada di kontainer atau di bak truk sedangkan sampah yang berserakan di bawah karena over kapasitas tidak di tangani selama seminggu

 

Sebelumnya, pihak DLH Lumajang telah menjelaskan penyebab kendala pengangkutan sampah karena adanya keterlambatan pasokan serta kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Labruk. Keterbatasan bahan bakar ini membuat armada pengangkut tidak dapat beroperasi secara maksimal untuk mengangkut tumpukan sampah.

 

Akan tetapi, alasan tersebut memicu pertanyaan dari berbagai pihak, mengingat beberapa waktu lalu, Kamis( 21/ 05/2026) Komisi B DPRD lumajang telah memanggil Dinas lingkungan hidup beserta jajaran mencari solusi bersama terkait permasalahan di internal DLH dan mendapatkan hasil rapat menyepakati pengajuan Tambahan Uang Persediaan atau TUP kepada BPKAD agar persoalan BBM di DLH bisa segera teratasi. Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lumajang per 1 Juni 2026 telah mengalokasikan anggaran khusus sebesar Rp100 juta perbulan untuk kebutuhan pembelian BBM operasional pengangkutan sampah dengan rincian 445 liter perhari.

READ  Pemenang Lomba HUT Ke-78 RI di Mimika Langsung Terima Hadiah

 

Salah satu warga Jalan Citandui Kelurahan Jogoyodan , HM. Tidak segan segan untuk menutup TPS karena sudah sangat tergangu dengan seringnya penumpukan sampah yang di nilai telah mencemari lingkungan dan berharap penumpukan sampah tersebut harus di akhiri mengingat jalan ramai anak sekolah dan sudah sangat mengganggu kesehatan serta pemandangan yang tidak segar di pandang

 

 

“Kami sebagai warga sekitar TPS menyayangkan kinerja Dinas Lingkungan Hidup lumajang, membuat pencemaran lingkungan di kampung kami. sedangkan sampah ini datang dari beberapa desa di kirim ke sini. Apabila ini masih berlanjut kami dan beberapa warga akan menutup TPS Jalan citandui apabila ini tidak segera di tangani dengan baik, Kami mohon dengan sangat untuk di dengarkan ” ungkap salah satu warga setempat, Jumat (5/6).

 

Selain masalah kenyamanan akibat bau, tumpukan sampah yang sudah berhari-hari menumpuk ini juga dikhawatirkan menjadi sarang penyakit serta mencemari udara dan tanah sekitar. Hingga berita ini diturunkan, tumpukan sampah masih belum terangkut, dan warga mendesak agar pihak terkait segera mencari solusi agar pelayanan pengangkutan kembali berjalan lancar dan lingkungan kembali bersih.

Hingga berita ini di turunkan pihak Dinas Lingkungan Hidup kabupaten lumajang belum memberikan keterangan secara rinci terkait penumpukan sampah pasca di panggil komisi B DPRD lumajang.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *