Harianmerdekapost.com. Lumajang, Jawatimur. Pengelolaan air yang efisien menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Kabupaten Lumajang, terutama pada lahan sawah padi yang sangat bergantung pada ketersediaan air selama musim tanam.
Hal tersebut disampaikan Ketua Perhimpunan Petani Pangan Nasional Jawa Timur Iskhak Subagiyo dalam talkshow JELITA di LPPL Radio Suara Lumajang, Rabu (13/5/2026). Menurutnya, perubahan pola musim perlu direspons melalui penguatan manajemen air, agar aktivitas budidaya tetap berjalan optimal dan hasil panen tetap terjaga.
Ia menjelaskan, kebutuhan air untuk satu musim tanam padi relatif besar karena berlangsung selama beberapa bulan. Karena itu, efisiensi penggunaan air tidak lagi sekadar pilihan teknis, tetapi menjadi bagian penting dari strategi menjaga produktivitas pertanian.
Menurut Iskhak, penguatan sistem irigasi menjadi faktor utama. Saluran distribusi air, bendungan, serta pengaturan aliran di tingkat lahan perlu dipastikan berjalan baik agar pasokan air dapat menjangkau area pertanian secara merata.
Selain infrastruktur, pemanfaatan sumber air yang tersedia juga dinilai harus lebih optimal. Petani didorong memaksimalkan sumber air lokal yang ada di sekitar lahan, termasuk pengelolaan tampungan air dan pemanfaatan pola distribusi yang lebih hemat.
Ia menilai, keberhasilan pertanian ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan mengelola air secara tepat. Saat distribusi air berjalan baik, tanaman memiliki daya tumbuh lebih stabil dan risiko penurunan produksi dapat diminimalkan.
Penguatan efisiensi air juga berkaitan erat dengan keberlanjutan lahan. Tanah dengan pengelolaan baik dan kandungan organik yang cukup dinilai memiliki kemampuan menyimpan air lebih lama, sehingga mendukung tanaman bertahan dalam perubahan cuaca.
Dalam forum tersebut, narasumber menekankan bahwa adaptasi pertanian saat ini harus mengarah pada sistem budidaya yang lebih efisien, termasuk pengelolaan air yang terencana, pola tanam yang selaras, serta peningkatan kesadaran petani terhadap penggunaan sumber daya secara bijak.
Bagi Lumajang sebagai salah satu daerah agraris, penguatan tata kelola air dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan. Langkah tersebut sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah melalui pertanian yang lebih adaptif dan berkelanjutan.






