Harianmerdekapost.com. Lumajang, Jawatimur. Penguatan pendidikan berbasis keluarga terus didorong di Kabupaten Lumajang sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Pendekatan ini menempatkan keluarga sebagai ruang pendidikan pertama yang berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak.
Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh pola pendampingan di rumah melalui keterlibatan aktif orang tua.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Lumajang Excellence Education 2026 di Alka Cafe, Kamis (14/5/2026), yang juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional di bidang pendidikan dan pengembangan anak, di antaranya Kak Seto, Zayn Ali, dan Firsta Yufi (Puteri Indonesia 2025).
Dewi Natalia menyampaikan TP PKK Kabupaten Lumajang akan terus mendorong gerakan pendidikan berbasis keluarga melalui penguatan literasi, pola asuh yang sehat, serta peningkatan keterlibatan orang tua dalam mendukung proses belajar anak.
Menurutnya, kebiasaan membaca, komunikasi yang baik di rumah, dan pendampingan orang tua dalam aktivitas belajar menjadi fondasi penting bagi pembentukan karakter serta kemampuan anak dalam menghadapi tantangan pendidikan.
Ia menambahkan, keluarga tidak hanya berperan memenuhi kebutuhan dasar anak, tetapi juga membentuk lingkungan belajar yang mendukung perkembangan emosional, sosial, dan intelektual. Karena itu, pola asuh yang sehat menjadi salah satu investasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Kehadiran tokoh nasional dalam kegiatan tersebut diharapkan memperluas wawasan orang tua, pendidik, dan masyarakat mengenai pentingnya peran keluarga dalam pendidikan. Forum ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan gagasan untuk memperkuat ekosistem belajar yang lebih inklusif.
Bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang, pendidikan berbasis keluarga menjadi bagian penting dari pembangunan jangka panjang. Penguatan literasi keluarga dan keterlibatan orang tua dinilai mampu membangun generasi yang lebih siap, tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam karakter dan kecakapan hidup.
Dengan kolaborasi antara keluarga, sekolah, komunitas, dan tokoh inspiratif nasional, Lumajang mendorong pendidikan sebagai gerakan sosial bersama yang dimulai dari rumah






