Bejat , Oknum Guru SMA Di Lumajang Diduga Cabuli Muridnya Sesama Jenis di Hotel  

Harianmerdekapost.com. Lumajang, Jawatimur . Ramai perbincangan berita Cyber terkait oknum guru sekolah menengah atas (SMA) Kabupaten Lumajang diduga melakukan hubungan sesama jenis dengan muridnya. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah hotel di kawasan pantai wisata Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

 

Seperti di kutip dari berbagai media online dugaan hubungan tak wajar sesama jenis antara guru berinisial HP (42) dan muridnya, CL (16), saat ini mencuat dan ramai di kalangan publik Lumajang utamanya dikalangan wali murid tempat HP mengajar, mereka takut anaknya juga menjadi korban dari predator anak tersebut.

 

Salah satu Ibu wali murid SMA 2 lumajang , LT ( initial) meminta kepada pihak sekolah untuk segera menindak dan memberikan sanksi berat , serta memberhentikan guru yang di maksud dengan Pemberhentian tidak hormat dan kasusnya terus ditindak lanjuti karena akan berakibat buruk ke psijilogis anak serta sebelum muncul korban berikutnya.

 

” Terduga pelaku harus di tindak tegas sampai pemberhentian , Pihak sekolah harus memberikan rasa aman kepada murid muridnya karena ini termasuk predator anak dan pelaku mempunyai prilaku menyimpang yang susah sembuh , kami berharap semoga tidak ada korban lagi di kemudian hari di Lingkungan pendidikan dan sekali lagi kasus ini harusnya ditindak lanjuti dengan serius.” Tegasnya , selasa (19/05/26)

 

Sementara itu,  Kepala Sekolah (KS) SMA 2 lumajang Supriadi tempat terduga HP mengajar, melalui humasnya menyampaikan bahwa pihaknya mendapat pesan dari kepala sekolah untuk nemui media yang datang, karena pak KS sedang ada dinas luar kota

 

“Saya dapat mandat dari pak KS nemui sampean ( anda ,jawa) beliaunya ada dinas luar, untuk kejadian yang di maksud saya tidak tahu dan baru tahu ini setelah diajak rapat pak KS untuk nemui sampaian.” Ujarnya.

READ  Nelayan Masalembu Temukan Diduga 35 Kg Sabu di Dalam Drum Besi

 

Ditanya terkait oknum guru berinisial HP (42) , pihaknya membenarkan kalau yang bersangkutan mengajar di sekolah tersebut namun untuk acara di situbondo bukan acara sekolah sedangkan murid yang dimaksud bukan murid disekolahnya.

 

“Benar yang bersangkutan mengajar disini dan berstatus PPPK, Memiliki istri dan dua orang anak  sedangkan untuk murid yang dimaksud bukan murid di sekolahnya, dan tak ada kegiatan atau acara dari sekolah itu acara pribadi bukan kegiatan sekolah,” Imbuhnya, Dengan berat hati nama Humas tidak di mediakan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *