Bupati Lumajang Dorong   SDM Berintegritas Dan Berbudaya Melalui Pendidikan

Harianmerdekapost.com. Lumajang, Jawatinur. Pembangunan sumber daya manusia tidak lagi bisa hanya bertumpu pada peningkatan keterampilan teknis dan produktivitas ekonomi.

 

Dalam jangka panjang, daya saing suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang utuh, yakni yang memiliki kompetensi, integritas moral, serta akar budaya yang kuat.

 

Pendekatan inilah yang mulai ditegaskan di Kabupaten Lumajang melalui penguatan pendidikan vokasi berbasis nilai, salah satunya tercermin dalam gelaran C2 Fest SMKN 2 Lumajang di Alun-alun Lumajang, Sabtu (25/4/2026).

 

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menekankan bahwa pembangunan SDM harus melampaui orientasi jangka pendek seperti penyerapan tenaga kerja, dan diarahkan pada pembentukan karakter yang menjadi fondasi keberlanjutan.

 

“Kita tidak hanya menyiapkan anak-anak untuk bekerja, tetapi untuk menjadi manusia yang berintegritas, berakhlak, dan memiliki jati diri,” ujarnya.

 

Dalam lanskap global yang semakin kompetitif, banyak negara menghadapi tantangan serupa, bagaimana menjaga keseimbangan antara peningkatan kapasitas ekonomi dan penguatan nilai-nilai sosial. SDM yang unggul secara teknis, tetapi lemah dalam karakter, berisiko menimbulkan persoalan baru, mulai dari rendahnya etika kerja hingga rapuhnya kohesi sosial.

 

Di sinilah pentingnya integrasi antara pendidikan keterampilan dan pendidikan karakter.

 

C2 Fest menunjukkan bahwa pendekatan tersebut mulai diterapkan. Siswa tidak hanya menampilkan kemampuan di bidang pariwisata dan seni, tetapi juga membawa nilai-nilai budaya lokal dalam setiap penampilannya, mulai dari bahasa daerah, ekspresi seni, hingga sikap yang mencerminkan etika dan kesantunan.

 

Hal ini menegaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan, tetapi aset strategis yang dapat memperkuat identitas sekaligus daya saing.

 

Dalam sektor pariwisata, misalnya, keunggulan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga oleh kekayaan budaya dan kualitas interaksi manusia yang menyertainya. Wisatawan tidak hanya mencari tempat, tetapi pengalaman, dan pengalaman tersebut dibentuk oleh karakter masyarakatnya.

READ  Langkah Persekabpas Pasuruan Agak Terhambat Setelah Di Tahan Persid Jember 1-1

 

“Kalau kita ingin bersaing, kita tidak boleh kehilangan jati diri. Justru di situlah kekuatan kita,” tegas Bupati.

 

Lebih jauh, penguatan moral dan budaya juga menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan (trust), faktor yang semakin penting dalam ekonomi modern. Dunia usaha dan industri tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang terampil, tetapi juga yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.

 

Dengan demikian, pembangunan SDM berbasis karakter bukan hanya relevan secara sosial, tetapi juga memiliki implikasi ekonomi yang nyata.

 

Pemerintah Kabupaten Lumajang mendorong pendekatan ini melalui sinergi pendidikan, keluarga, dan masyarakat, agar nilai-nilai tersebut tidak berhenti di ruang kelas, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *