Harianmerdekapost.com- Pasuruan – Konflik mengenai kepemilikan lahan di Universitas NU (UNU) Bangil mencapai puncaknya setelah gerbang Kampus 2 dilaporkan telah dikunci rapat oleh pihak tertentu. Kondisi ini memaksa jajaran pengurus yayasan memindahkan lokasi pelantikan rektorat secara mendadak ke sebuah hotel di Pasuruan.(20:04:2026)

Acara pelantikan rektor dan wakil rektor dihadiri beberapa dosen pembina dan perwakilan mahasiswa. Susunan Rektorat UNUBA:
Rektor. : Wonadi Idris,M.Pd
Wk Rektor 1 : DR Yumnah
Wk Rektor 2 : Sulaiman,M.Pd
Wk Rektor 3 : DR.Khoirul Anam
Pembina Yayasan Pancawahana secara tegas membantah tudingan mengenai upaya penyerobotan aset milik organisasi Nahdlatul Ulama. Pihaknya menyatakan memiliki bukti kuat berupa ikrar wakaf tertulis yang sah secara hukum dan disaksikan oleh pejabat terkait.
“Jadi salah besar mereka mengatakan bahwa Yayasan Pancawahana mau merebut aset NU, kita juga punya aset sendiri,” ujar Pembina Yayasan Pancawahana, Najib Syafi’i. Beliau menekankan bahwa setiap langkah yang diambil selalu berpedoman pada aturan legalitas yang berlaku di Indonesia.
Permasalahan di tingkat birokrasi ini mulai mengganggu aktivitas akademik, karena mahasiswa dilarang memasuki area gedung perkuliahan. Penjagaan di lokasi kampus memicu kekhawatiran mengenai masa depan operasional perkuliahan di institusi pendidikan tinggi tersebut.
“Kalau memang tidak boleh di sana, kita orang-orang profesional lebih baik beli tanah lagi daripada harus merampas,” tegas Najib saat memberikan klarifikasi.
“Kita juga punya beberapa gedung untuk bisa digunakan proses perkuliahan, yang jelas kalaupun nanti tidak boleh nempati kampus 2 gedung yang kita miliki akan kita gunakan, demi proses perkuliahan mahasiswa bisa berjalan dengan baik ” tegas nya
Ia memastikan bahwa legalitas yayasan di bawah kepemimpinannya tetap sah sesuai Undang-Undang Yayasan.
Dampak dari sengketa ini sangat dirasakan langsung oleh mahasiswa yang kini terpaksa mengikuti perkuliahan melalui sambungan daring secara mendadak. Mahasiswa mengaku kecewa karena instruksi perpindahan ke sistem Zoom diberikan hanya beberapa saat sebelum jadwal kuliah dimulai.
“Tadi jam 9 tiba-tiba dikasih keputusan untuk kuliah via Zoom, kita jadi bertanya-tanya kenapa masalah internal sampai berdampak seperti ini,” ungkap CO Advokasi BEM Unuba, Nabil. Selain masalah kelas, para mahasiswa juga kesulitan dalam mencairkan dana kegiatan akibat konflik kepengurusan ini.
Mahasiswa berharap agar ketidakpastian mengenai status lahan dan legalitas yayasan segera diselesaikan demi kelancaran proses belajar mengajar. Mereka meminta agar pihak-pihak yang bersengketa mengutamakan kepentingan mahasiswa dibandingkan perebutan aset fisik.
“Tujuan utama kami adalah kuliah dengan tenang tanpa adanya keributan atau perebutan yang membuat pusing seperti sekarang,” pungkas Nabil. Ia menyatakan akan mendukung langkah apa pun yang bisa menjamin ketenangan mahasiswa dalam menempuh pendidikan…izz






