Sinau Bareng Edisi Ramadhan 1447 H dengan Tema “Puasa Ramadhan sebagai Momen Implementasi Memanusiakan Manusia” bersama Ki Ageng Lelono

Ditulis oleh: Ki Ageng Lelono

Assalamualaikum Wr. Wb.,
Para pembaca yang dimuliakan Allah dimana saja anda berada untuk edisi 05 -03- 2026 episode Ramadhan 1447 H, kami ingin menyajikan tema Puasa Ramadhan Sebagai Momen Implementasi Memanusiakan Manusia dengan harapan dapat memberikan pencerahan dan motivasi serta dapat melaksanakan kewajiban ibadah puasa Ramadhan lebih baik lagi dalam rangka meningkatkan kualitas iman dan taqwa kepada Allah SWT .

Para pembaca yang dimuliakan Allah dimana saja anda berada .
Bila kita flashback pada materi pelajaran Agama ketika masih di strata sekolah dasar kita sudah diajarkan tentang pokok bahasan Rukun Islam yang terdiri dari Syahadat, Shalat, Zakat ,Puasa Ramadhan,Haji bagi yang mampu .
Rukun Islam ini adalah lima pilar dasar merupakan pondasi utama yang wajib diamalkan oleh setiap muslim sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT ,sebab kelima rukun Islam tersebut adalah inti ajaran Islam yang menopang kehidupan spiritual dan sosial umat Muslim .

Para pembaca yang dimuliakan Allah dimana saja anda berada ,
Satu fakta kehidupan yang tidak dapat dipungkiri bahwa semakin banyak dan bertambah manusia sebagai tercipta yang lupa tugas Utamanya sebagai kholifatu fil ardhi dimana wajib mengamalkan lima pilar dasar yang merupakan pondasi utama dalam hidup keseharian diantaranya adalah berpuasa Ramadhan yang hukumnya wajib bagi setiap pribadi mukmin .

Satu hal yang cukup memprihatinkan semakin banyak manusia yang meremehkan ragam masalah Ubudiyah , contoh tidak mendirikan shalat wajib lima waktu dianggap satu hal biasa yang begitu pula tidak berpuasa juga dianggap tidak masalah , padahal bila tidak melaksanakan mendirikan shalat wajib lima waktu dan berpuasa Ramadhan adalah dosa besar , semua ini indikatornya akibat rasa cinta duniawi yang berlebih atau telah terlanjur menjadikan dunia sebagai orientasi kehidupannya padahal kita tahu bahwa dunia bukan tujuan akhir hidup tapi hanya sebagai sarana untuk menjalankan amanat kehidupan yang telah digariskan oleh Allah SWT, dunia adalah bagian dari akherat yang merupakan tujuan akhir hidup dan kehidupan yang hakiki .

READ  Reuni Perak SMAN 1 Lumajang Angkatan Tahun 2000 Di Hadiri Dari Seluruh Indonesia, Bagi Bagi Doorprize

Para pembaca yang dimuliakan Allah dimana saja anda berada.
Puasa Ramadhan adalah Ibadah tiada bandingnya sebagaimana yang dititahkan salah satu hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya ” Hendaknya engkau berpuasa, karena puasa itu merupakan ibadah yang tiada bandingannya”( HR Nasai dan Ibnu Hibban).

Pahala puasa Ramadhan tidak terhitung , setiap amal Sholeh , Allah telah menentukan pahalanya masing-masing kecuali puasa, dimana Allah SWT akan membalas orang yang berpuasa dengan pahala yang tidak terhitung , sebagaimana yang diterangkan dalam firman Allah SWT yang artinya ” Sesungguhnya hanya orang -orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”
( QS Az Zumar 10) Yang dimaksud dari orang-orang yang bersabar pada ayat tersebut diatas, menurut mayoritas Ulama adalah orang-orang yang berpuasa karena ibadah puasa merupakan salah satu bentuk kesabaran yang luar biasa ,hal ini dikuatkan dengan hadits Qudsi yang artinya ” Setiap amal anak Adam akan dilipatgandakan, satu kebaikan bisa dilipatgandakan dari sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat, Allah berfirman” kecuali puasa” Sesungguhnya dia adalah milik-KU ,dan Aku yang akan membalasnya sendiri, karena dia meninggalkan syahwat dan makannya, demi mencari RidhaKU ( HR Bukhari dan Muslim) .

Kesimpulannya adalah bahwa bagi umat Islam yang mukmin yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan taqwa dengan menyertakan memperbanyak berbuat kebaikan seperti bersedekah , berbagi bahagia dengan sesama mukmin dan menjadikan bulan Suci Ramadhan sebagai ladang pahala berarti telah mampu berpuasa Ramadhan mewujudkan sebagai “momen implementasi memanusiakan manusia “, maka dapat dipastikan Allah akan memberikan kemuliaan yang tinggi dan jauh lebih baik dari segala kebaikannya.

Para pembaca yang dimuliakan Allah dimana saja anda berada .
Demikian yang bisa kami sampaikan, bila ternilai benar itu semata karena petunjuk dari Allah, tapi kalau ternilai salah itu dari pribadi penyaji , sampai berjumpa lagi pada edisi berikutnya.
Wassalam mu’alaikum wr wb. ( Budhi H)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *