Konsistensi Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan serta Pelaksanaan 4 Pilar Kampung Pancasila di Surabaya

Harianmerdekapost.com, Surabaya, Jatim – Meski memasuki bulan Ramadhan yang penuh dengan aktivitas ibadah, kegiatan pemilahan sampah di Bank Sampah Induk Dasa Lestari tetap dilaksanakan dengan konsisten hari ini. Inisiatif ini menunjukkan komitmen kuat warga Surabaya dalam menjaga pengelolaan lingkungan berkelanjutan dan mempertahankan apa yang sudah diraih sebelumnya yaitu pemenang kota terbaik pengelolaan sampah pada th 2025, sekaligus mengimplementasikan 4 pilar Kampung Pancasila secara nyata.

Ratusan warga dan pengelola bank sampah berkumpul di lokasi Dasa Lestari RW 10 Kelurahan Tanah Kalikedinding Kec. Kenjeran. Untuk memilah sampah anorganik dan organik secara terstruktur. Kegiatan ini tidak terganggu oleh jadwal puasa, justru menjadi momentum gotong royong yang memperkuat pilar pertama Kampung Pancasila. ” Kami tetap semangat karena ini bagian dari tanggung jawab bersama menjaga bumi,” ujar Ketua RW 10 yang ikut mendampingi warga dalam pemilahan dan penimbangan.

Pendampingan masif dari Wahana Visi Indonesia dan Yayasan Lestari Bumi Abadi (YLBA) menjadi kunci keberhasilan. Tim YLBA menyediakan pelatihan pemilahan lanjutan, edukasi pengomposan dan monitoring harian, serta Offtaker yang selaras dengan pilar kebersihan lingkungan serta pendidikan karakter. ” Pendampingan ini memastikan program dari Wahana Visi berjalan optimal, bahkan di bulan suci Ramadhan,” tambah Koordinator YLBA, yang menekankan pelestarian budaya gotong royong sebagai pilar keempat.

Kegiatan ini juga mendukung target mempertahankan kategori kota terbaik pengokahan sampah kota Surabaya, dengan hasil pemilahan hari ini mencapai 875 kg sampah yang siap didaur ulang. Konsistensi seperti ini diharapkan menjadi teladan bagi kampung-kampung lain, membuktikan bahwa pengelolaan lingkungan bisa selaras dengan nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan waktu. Untuk menyukseskan program pak wali kota Eri Cahyadi.

READ  Trubus Melihat Transparansi Dalam Pengelolaan Dana Dapen Masih Tidak Transparan.

 

( NK )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *