Tiga Tahun Kepemimpinan, Bupati Sumenep Berhasil Merubah Status Desa Dalam IDM

Berita, Daerah584 Views

Harianmerdekapost.com – Sumenep, Madura, Jawa Timur – Berkat dedikasi dan kerja kerasanya dalam tiga tahun terakhir memimpin Kabupaten Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo berhasil merubah status Desa dalam Indeks Desa Membangun (IDM).

Berdasarkan data IDM tahun 2016 di Sumenep terdapat 10 desa sangat tertinggal, 124 desa tertinggal, 186 desa berkembang dan 10 desa maju. Tahun ini status tersebut berubah drastis, tidak ada lagi desa sangat tertinggal dan desa tertinggal.

Dampak dari kenaikan IDM, tahun ini di Sumenep ada 92 desa berkembang, 137 desa maju, dan sebanyak 101 desa mandiri. Semu itu bukti dari perubahan angka IDM yang dilakukan Bupati H. Fauzi.

Wakil Bupati Sumenep Hj. Dewi Khalifah dalam sambutanya pada acara Penandatanganan Berita Acara Penetapan Status Desa 2024 di Ruang Rapat Arya Wiraraja Setdakab Sumenep meminta seluruh stakeholder berpacu agar semua desa berstatus desa mandiri.

“Kami meminta pemerintah desa terus membangun dan memberdayakan masyarakat melalui berbagai programnya, supaya seluruh desa di Kabupaten Sumenep berstatus mandiri dengan landasan IDM,” pinta Hj. Dewi Khalifah. Rabu 19 Juni 2024.

Menurutnya, dalam mewujudkan mimpi semua desa di Sumenep menjadi desa mandiri diperlukan kerjasama semua pihak.

Karena itulah, kepala desa harus berkolaborasi dengan multi pihak atau pentahelix dalam pembangunan desa dalam rangka mencapai tujuan bersama untuk kesejahteraan masyarakatnya.

“Pembangunan di desa harus selalu berlandaskan gotong royong, semua elemen masyarakat ikut terlibat, berkolaborasi mensukseskan program pembangunan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf mengungkapkan bahwa sebanyak 5 kecamatan dari 27 kecamatan yang desanya belum mencapai status mandiri dalam IDM.

See also  Khawatir Jadi Sarang Prostitusi Ormas BPPKB Banten Purwakarta Lakukan Aksi di Hotel La Derra

Anwar Syahroni Yusuf merinci, 5 kecamatan dari 27 kecamatan yang desanya belum mencapai status mandiri dalam IDM iyalah Kecamatan Saronggi, Giligenting, Kalianget, Nonggunong, dan Kecamatan Masalembu.

“Kecamatan yang semua desanya berstatus mandiri yakni Kecamatan Kota Sumenep, Gapura dan Batuan, sedangkan kecamatan lainnya sebagian saja berstatus desa mandiri,” ungkap Kadis Anwar.

Kendati demikian, Kadis Anwar berjanji akan terus melakukan upaya nyata supaya target semua desa di Kabupaten Sumenep menjadi desa mandiri.

“Yang jelas kami berkomitmen agar desa meningkat tiap tahun menjadi desa mandiri,” pungkasnya. (*/Nri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *