Harianmerdekapost.com, Pasuruan – Desa Winong adalah salah satu desa di wilayah kecamatan Gempol untuk program ketahanan pangan yang memilih tematics MELON dan telah berjalan sejak tahun anggaran 2024 dan sudah beberapa kali panen yang ditangani oleh Pokmas.
Untuk tahun anggaran 2025 sesuai ketentuan regulasi yang ada bahwa penyertaan modal untuk pelaksanaan program ketahanan pangan pengelolaannya ditangani oleh Bumdes dan Pemdes Winong dalam melaksanakan pengembangan dengan menambah luasan 8.200m2 ( sebelah timur) pada musim panen bulan mei 2026(yang sebelah barat) hasil panen 5 ton, sedang untuk panen kedua( lahan sebelah timur) telah melaksanakan panen raya kedua dengan 4 kali petik melon yakni hari sabtu tanggal ( 06-06-2026) , hari Selasa (09-06-2026), hari Jum’at ( 11-06-2026) dan hari sabtu tanggal (12-06-2026).

Pada saat petik keempat hari sabtu tanggal (12-06-2026) ditinjau langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Bapak Samsul Hidayat.S.Ag, M.Pd.I bersama Ibu yang disambut oleh kepala desa Winong beserta perangkat desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa , Kasi KSPM kecamatan Gempol, Kordinator Pendamping desa kecamatan Gempol dan Lokal desa serta semua pengurus Bumdes Lenong Jaya Makmur Winong.
Dalam sambutan singkat yang disampaikan oleh Ketua Bumdes Lenong Jaya Makmur Ibu Ririk Widyaningsih SE, MM , beliau menyampaikan bahwa panen raya perdana mengalami kerugian tapi kami bersama pengurus lainnya tidak patah tetap semangat untuk belajar kepada para pihak yang berpengalaman tentang cara menanam melon yang baik dan benar . Tuturnya !!
Dan Alhamdulillah dari hasil belajar tersebut untuk panen raya kedua kali ini hasil panen berlimpah sesuai yang kita harapkan bersama sesuai laporan yang kami terima dari kordinator pelaksana lapangan per hari Jum’at tanggal (11-06-2026) Hasil panen sementara 15,7 ton belum termasuk hasil panen petik keempat hari sabtu sekarang ini. Jelasnya !!
Bapak ketua DPRD Kabupaten Pasuruan yang kami punya satu keluhan dalam pelaksanaan program ketahanan pangan yang berupa budidaya Melon ini yakni kami butuh sekali mesin rotari bapak, bila bapak berkenan mungkin bisa disampaikan apa yang menjadi keluhan kami pengurus Bumdes Lenong Jaya Makmur desa Winong ini kepala dinas Pertanian kabupaten Pasuruan. Tambahnya !! .
Sedang sambutan singkat yang disampaikan oleh kepala desa Winong Bapak Amiril Mukminin, beliau menyampaikan bahwa Pemdes Winong untuk program ketahanan pangan setelah melakukan musyawarah beberapa kali dengan BPD sepakat menentukan desa Tematics MELON dengan memanfaatkan lahan TKD yang bermula tidak berdaya guna supaya menjadi berdayaguna , untuk tahun anggaran 2024 pelaksanaan pengelolaan program ketahanan pangan budidaya Melon tapi untuk tahun anggaran 2025 karena adanya perubahan regulasi dari pemerintah pusat bahwa untuk penyertaan modal program ketahanan pangan harus ditangani Bumdes. Tuturnya !!
Peran pemdes Winong dalam menyikapi adanya kebijakan dari pemerintah pusat kami melakukan perluasan lahan seluas 8.200 M2 (yang sebelah timur) dimana pelaksanaan pengelolaan ditangani oleh Bumdes Lenong Jaya Makmur desa Winong.
Yang ditangani oleh Pokmas sudah beberapa kali panen sedang yang ditangani oleh Bumdes hari ini merupakan panen raya kedua Insya’ Allah untuk hasil panen sesuai dengan yang diharapkan. Jelasnya !!
Kami selaku kepala desa Winong sangat bersyukur kepada Allah SWT bahwa pelaksanaan program ketahanan pangan Winong ternilai oleh para berhasil.
Dalam kesempatan yang penuh berkah dan barokah ini kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya baik kepada pokmas dan pengurus bumdes serta semua pihak yang telah berpartisipasi atas semangat dan kerja kerasnya dalam melaksanakan program ketahanan pangan budidaya Melon desa Winong. Tambahnya !!
Dan untuk sambutan arahan singkat yang disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Bapak Samsul Hidayat,S.Ag, M.Pd.I . Kami sangat bangga dengan keberhasilan pelaksanaan program ketahanan pangan budidaya Melon desa Winong ini, perihal ini perlu mendapat dukungan penuh oleh semua elemen masyarakat desa Winong termasuk para pelaku usaha ( pengusaha) yang ada di wilayah desa Winong dimana bisa memberikan kontribusi peralatan yang dibutuhkan melalui program CSRnya karena hal penting demi percepatan pengembangan dan kemajuan program ketahanan pangan yang ada di desa Winong, sebagaimana perihal tersebut telah diamanatkan dalam undang-undang nomor 40 tahun 2007 ,pasal 74 dan peraturan pemerintah nomor 47 tahun 2012 Tuturnya!!
Terkait peralatan pertanian yang disampaikan oleh Ibu Direktur Bumdes Lenong Jaya Makmur tolong bapak kades supaya dimasukkan pada usulan yang sesuai SIPD dalam Musrenbang supaya kami bisa mengawalnya karena dengan adanya pengetatan fiskal dari pemerintah pusat. Jelasnya!!
Kami berharap kepada pengurus bumdes Lenong Jaya Makmur supaya mulai memikirkan peningkatan SDM untuk sisi management, kemasan, olahan dan sisi digital marketing agar naik kelas tidak hanya sebatas sebagai produsen melon semata. Tambahnya!!
Kemudian acara dilanjut dengan pembacaan doa, photo bersama dan ramah tama.
Berdasarkan data yang telah didapat Tim media harian merdeka post sesuai fakta di lapangan tentang hasil panen raya kedua Lenong Jaya Makmur petik pertama hari sabtu tanggal (06-06-2026) hasil panen 600 kg, petik kedua hari selasa (09-06-2026) hasil panen 2,420 kg atau 2,4 ton, petik ketiga hari Jum’at ( 11-06-2026) hasil panen 12,7 ton ,petik ke empat hari sabtu ( 12-06-2026) hasil panen 10 ton, jadi hasil panen melon pada panen raya kedua lahan sebelah timur yang dikelola oleh Bumdes Lenong Jaya Makmur desa Winong total 25, 7 ton. Menurut hemat penulis hasil panen melon tersebut merupakan satu buah prestasi atas kerja keras dan kebersamaan,
Awak media harian merdeka post menemui tengkulak Melon Bapak Gianto (12-06-2026) untuk meminta tanggapan tentang kualitas melon yang dipanen oleh Bumdes Lenong Jaya Makmur, beliau menyampaikan sisi kualitas bagus hanya kedepan supaya diperhatikan untuk pupuk kalsiumnya supaya hasilnya tambah lebih jos lagi. Tegasnya!!(Budhi H)






