Harianmerdekapost.com, Bangkalan — Jatim,– Pembangunan rehab gedung kelas ruang di UPTD SDN Tanjungjati 1 Kamal yang di laksanakan pada bulan Oktober tahun 2025 tersebut, sampai saat ini kondisinya masih terbengkalai dan belum ada kepastian untuk penyelesaiannya. Hal ini sangat berdampak pada siswa siswi dan juga guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar.
CV Anti mati gaya merupakan penerima dan sekaligus pelaksana tender dalam proyek pembangunan gedung kelas UPTD SDN Tanjung jati 1 Kamal, melihat dari hasil pembangunan yang menghabiskan anggaran sebesar Rp.329.800.000 tersebut, masyarakat menduga adanya ketidak sesuaian dari hasil yang telah di kerjakan sehingga menimbulkan dugaan tindak pidana korupsi dalam proses pelaksanaannya.
Selasa 28/04/2026, Guna menindak lanjuti dari rilisan berita sebelumnya terkait UPTD SDN Tanjung jati 1 Kamal yang sudah tayang pada 20 April 2026, awak media meminta konfirmasi kepada ketua Komisi Iv DPRD Kabupaten Bangkalan.
Dalam keterangan singkatnya, Rokib selaku ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bangkalan menyampaikan, ” sebenarnya saya sangat menyayangkan adanya kesalahan dalam perencanaan dari Dinas pendidikan Kabupaten Bangkalan terkait rehab gedung kelas UPTD SDN Tanjung jati 1 Kamal tersebut.”

“Sehingga dalam hal ini berdampak kepada para murid dalam melaksanakan proses belajar mengajar, dampak tersebut di sebabkan ruang kelas saat ini tidak bisa ditempati,” ujarnya.
Menambahkan, ” saya meminta kepada pihak terkait dalam hal ini Dinas pendidikan, agar dalam pelaksanaannya harus di sesuaikan dengan adanya jumlah nominal anggaran. Jangan berharap dan bermimpi untuk tahun berikutnya dapat anggaran, karena situasi kondisi Negara kadangkala tidak sesuai dengan harapan.”
“Maka saya menegaskan hal serupa jangan sampai terulang lagi terkait kesalahan dalam perencanaan seperti yang terjadi di UPTD SDN Tanjung jati 1 Kamal, dan serta secepatnya mengambil langkah tegas penyelesaiannya.” Tegas, Rokib.

Sementara itu, Kepala UPTD SDN Tanjungjati 1 mengungkapkan, dengan kondisi keterbatasan ruang kelas saat ini, memaksa pihak sekolah menerapkan sistem belajar bersama dalam satu kelas dan selebihnya di teras sekolah. Hal ini dinilai kurang efektif, dan berpotensi menurunkan kualitas pembelajaran.
Samsudin, Ketua kelompok kerja kepala sekolah (K3S) Kecamatan Kamal, berharap kepada Dinas pendidikan Bangkalan semoga secepatnya ada solusi untuk menyelesaikan permasalahan terkait UPTD SDN Tanjung jati 1 Kamal.
“Ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga menyangkut masa depan para murid. Kami meminta dinas terkait untuk segera mencari solusi agar pembangunan bisa segera dilanjutkan,” jelas, Samsudin.”
Dengan adanya sorotan dari berbagai pihak, masyarakat dan khususnya wali murid kini menaruh harapan besar untuk pembangunan ruang kelas SDN Tanjungjati 1 Kamal segera terealisasi, demi menunjang kualitas pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
(PD)






