Harianmerdekapost.com-Pasuruan,-Dualisme kepengurusan di internal Yayasan Pancawahana Bangil Kabupaten Pasuruan ibarat bola panas yang menggelinding yang tak kunjung sampai ke tujuan ,masing masing pihak yakni kubu Sudiono Fauzan dan kubu Gus Najib keduanya saling mengklaim sebagai pengurus yang sah yang di buktikan dengan mengantongi izin berupa legalitas akte pendirian yayasan
Disela-sela pemberangkatan jamaah ibadah haji, Gus Najib yang di konfirmasi sejumlah awak media mengenai akte notaris pendirian Yayasan Pancawahana terbaru dianggap abal abal ,dirinya mempersilahkan pihak yang merasa sangsi atas keabsahan legalitas tersebut bisa di buktikan dengan melakukan penelusuran ke Lembaga yang mengeluarkan,
“abal abal dan tidaknya, buktikan di kemenkumham, bisa di cek di wibesite ,sekarang kalau mereka mempunyai kemenkumham berani gak mereka menunjukkan depan hukum,notaris atau di depan kopertais “jelasnya
Dirinya menambahkan. Kalau misalkan saudara Sudiono Fauzan mengklaim sebagai pengurus Yayasan yang sah dan telah mengangkat rector ,pertanyaannya sederhana saja apakah dia sudah mengurus ke notaris dan di lanjutkan dengan melaporkan juga ke Kopertais ( kordinator perguruan tinggi keagamaan Islam swasta : red)
“jadi akte notaris yang abal abal itu kelompoknya pak Dion dan Kawan Kawan , saya tidak ngomong NU,sebab NU itu suci karena mereka tidak punya akte notaris”imbuhnya.
Pria yang menjabat sebagai musytasyar PCNU Bangil menegaskan bahwa sesuai dengan aturan sudah tegas bahwa PC NU tidak boleh menjadi Pembina,”kalaupun masalah ini di urus hingga ke Jakarta maka kami pastikan tidak akan bisa “jelasnya.
Perlu di fahami bahwa pengertian kalimat Yayasan ini di bentuk berada “di bawah naungan NU “pemaknaanya adalah mengayomi, bukan memiliki . Perlu di garis bawahi seperti nya kelompok mereka ada upaya untuk menghapus dirinya dari pembina Yayasan dan tidak bisa, karena di tahun 2014 dirinya menjabat sejabat sebagai tandziah PC NU, pada tahun 2020 tetap nyantol sebagai pembina dari perorangan.
Terkait somasi yang di layangkan kubu Sudiono,Gus Najib menuturkan bahwa isi dari kalimat somasi itu isinya bahwa “Yayasan SANPANA milik NU, itu tidak benar gak usah somasi,Adili saja saya pribadi, panggil saya….! pak Dion sudah saya hubungi, pak Edy Supriyanto, pak Taufik,pak Rohim dan lainya sudah saya hubungi “tegasnya…..izz






