Sosialisasi Program Desa Ketapanrame: Pemilahan Sampah dari Sumber Bersama Ajinomoto dan Mahasiswa KKN STAI Sabilul Muttaqin Mojokerto

Harianmerdekapost.com, Mojokerto, Jawa Timur – Sosialisasi Program Desa Ketapanrame: Pemilahan Sampah dari Sumber Bersama Ajinomoto dan Mahasiswa KKN STAI Sabilul Muttaqin Mojokerto.

Dusun Sukorame, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto – Warga Dusun Sukorame antusias mengikuti sosialisasi program pemilahan sampah dari sumber yang digelar di balai dusun, Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Desa Ketapanrame dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat, bekerja sama dengan PT Ajinomoto Indonesia dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari STAI Sabilul Muttaqin Mojokerto.

 

Acara dibuka oleh Kepala Desa Ketapanrame yang menyampaikan bahwa program ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi beban TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) desa serta menekan biaya operasional pengolahan sampah yang selama ini dikelola secara mandiri oleh desa. “ Dengan pemilahan dari rumah, sampah yang masuk ke TPS3R lebih sedikit, lebih mudah diolah, dan biaya operasionalnya bisa lebih efisien,” ujar Kepala Desa H. Zainul Arifin, S.E.M.H. dalam sambutannya.

Dalam sesi materi, tim Pendamping dari Ajinomoto bersama mahasiswa KKN menjelaskan konsep dasar pemilahan sampah menjadi tiga kategori utama: organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Warga diajarkan cara memilah sampah sejak dari dapur, seperti memisahkan sisa makanan dan kulit buah untuk kompos atau pakan maggot, serta mengumpulkan botol plastik, kardus, dan kaleng untuk bank sampah atau daur ulang.

“ Kami ingin warga memahami bahwa sampah itu bukan sekadar limbah, tapi ada nilai ekonomi dan lingkungan yang bisa dimanfaatkan jika dipilah dengan benar,” kata perwakilan Ajinomoto. Sementara itu, mahasiswa KKN STAI Sabilul Muttaqin membantu warga dengan simulasi praktis pemilahan sampah dan pembagian tempat sampah sederhana untuk percontohan di beberapa rumah.

READ  Politisi Partai Gerindra HM Elyas, S.H. Hadiri Randu Pitu Bersholawat Bersama Al Habib Muhammad bin Sholeh Al Habsyi, Gus Hasyin Ikhsan, KH Nurhadi (Mbah Bolong) , H Qomari SH,MM (Camat Gempol), Muhammad Fuad (Kepala Desa Randu Pitu) dan Masyarakat

Warga Dusun Sukorame menyambut sangat baik program ini. Dalam sesi diskusi, sejumlah ibu rumah tangga dan tokoh masyarakat menyampaikan komitmen mereka untuk mulai menerapkan pemilahan sampah di rumah masing-masing dalam waktu dekat. “Kami sangat mendukung program ini. Kalau semua rumah memilah, pasti sampah di TPS3R berkurang, biaya operasional desa juga bisa turun, dan lingkungan jadi lebih bersih,” ujar salah satu warga yang hadir.

Beberapa warga bahkan mengusulkan agar program ini segera diperluas ke dusun lain di Desa Ketapanrame, serta dikaitkan dengan penguatan bank sampah dusun dan kelompok kompos yang sudah ada. “Kami harap ini bukan sekadar sosialisasi, tapi benar-benar jalan terus. Kami siap jadi dusun percontohan,” tambah warga lainnya.

Desa Ketapanrame sendiri dikenal sebagai salah satu desa yang aktif dalam pengembangan pariwisata dan program lingkungan di Kecamatan Trawas. Dengan dukungan penuh warga, kolaborasi bersama Ajinomoto, dan pendampingan mahasiswa KKN, program pemilahan sampah dari sumber ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berkelanjutan yang bisa direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Mojokerto. Dan kehadiran Dinas Lingkungan Hidup di kegiatan seperti ini.

Kegiatan ditutup dengan pembagian materi ringkas dan jadwal pendampingan lanjutan oleh mahasiswa KKN serta perwakilan desa, termasuk rencana pemantauan awal penerapan pemilahan sampah di rumah-rumah warga Dusun Sukorame.

( NK )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *