Mengenal Sosok H.Maman PWK Ketua Pejuang Siliwangi DPAC Pangkalan, Sang Penggerak Sekaligus Penjaga Budaya Dan Marwah Siliwangi

Harianmerdekapost.com – Karawang, Jawa Barat

H.Maman PWK (Maman Purma Wijaya Kusuma) adalah seorang pemimpin dan penggerak sebuah lembaga sosial, beliau adalah Ketua DPAC Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu (PSIB) di tingkat Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

 

Meskipun beliau memimpin di tingkat Kecamatan, namun jiwa karismatik beliau tidak kalah dengan pemimpin-pemimpin yang ada di tingkat Kabupaten lainnya, beliau merupakan sosok kunci yang menggerakkan perubahan, menciptakan dampak positif, dan memberikan solusi atas permasalahan anggota, dengan membawa visi dan misi yang jelas, serta kemampuan untuk menggerakkan orang lain demi tujuan kemanusiaan atau sosial.

 

Sosok H.Maman PWK memiliki tempat dan nilai sendiri bagi para anggota Pejuang Siliwangi DPAC Pangkalan, beliau banyak memberikan tauladan kepada para anggotanya, bahkan bimbingan beliau dalam menyatukan kembali para Pejuang Siliwangi bukan sekedar kepada anggota yang berada di Kecamatan Pangkalan saja, namun juga kepada anggota di beberapa Kecamatan yang berada di Kabupaten Bogor seperti Kecamatan Tanjung Sari dan Kecamatan Jonggol.

 

Sebagai seorang pemimpin, beliau juga sangat peduli kepada seluruh anggotanya, beliau juga selalu terlihat aktif dalam menghadiri disetiap kegiatan sakral maupun kegiatan lainnya dari para anggota Pejuang Siliwangi, baik itu yang berada di wilayah Kabupaten Karawang sendiri ataupun diluar Kabupaten Karawang.

 

Tidak heran jika sosok beliau menjadi panutan, mengingat perjuangan beliau yang telah merintis dan mengumpulkan kembali para Pejuang Siliwangi khususnya di daerah Kabupaten Karawang, Bekasi, Bogor dan sekitarnya.

 

Memang untuk mencari sosok pemimpin ideal tidak semudah membalikan telapak tangan, apalagi di tengah era demokrasi liberal saat ini, lembaga survey dan media massa menjadi penentu untuk menentukan siapa yang berhak memimpin sebuah Lembaga.

READ  Optimalkan Kinerja Petani, DKPP Sumenep Anggarkan Dana Milyaran Rupiah Untuk Pengadaan Hand Traktor

 

Seorang Pemimpin bukanlah hanya sekadar menjadi pemimpin yang memiliki hak kuasa, tetapi juga menjadi pemimpin yang bermanfaat serta dapat membentuk karakter bagi para anggota yang dipimpin, apalagi memimpin sebuah Lembaga yang sakral akan sejarah dan budaya seperti Pejuang Siliwangi.

 

Pemimpin Pejuang Siliwangi harus mempunyai keilmuan yang mumpuni, memiliki kecerdasan yang dapat menopang ilmunya, dan mempunyai keberanian dalam menyatukan nilai budaya dan spiritual.

 

Pemimpin Pejuang Siliwangi merupakan pemimpin budaya leluhur yang melibatkan pelestarian tradisi, pembimbingan kepada masyarakat, dan dapat beradaptasi nilai luhur terhadap zaman modern, seorang Pemimpin budaya yang berperan menjaga keharmonisan, menyelesaikan konflik, serta mendidik generasi muda melalui ritual, seni, dan teknologi digital agar warisan budaya tetap terjaga.

 

Munculnya H.Maman PWK sebagai Ketua Pejuang Siliwangi diharapkan dapat menghidupkan kembali budaya-budaya leluhur atau kita sebut dengan Revitalisasi Kebudayaan, berani melangkah untuk mengambil peran nyata dalam mengawal setiap prosesi kebudayaan sesuai dengan tata kelola yang baik dan benar, sehingga kehadiran para Pejuang Siliwangi dalam melangkah dan mewujudkan Revitalisasi Kebudayaan ini bisa mendapatkan apresiasi dari pemerintah.

 

Lembaga Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu (PSIB) memegang peran krusial sebagai penjaga kelestarian tradisi, mereka layaknya pohon berakar kuat, menopang budaya adat yang telah diwariskan turun-temurun, memastikan keberlangsungannya di tengah perubahan zaman.

 

Pejuang Siliwangi pilar penyangga sebuah tradisi dan budaya, menjadi pedoman hidup masyarakat dalam menjalani keseharian, dan menjaga adat istiadat yang diwariskan oleh nenek moyang, serta melestarikannya kepada generasi muda penerus bangsa.

 

H.Maman PWK bukan sekedar promotor atau penggerak jiwa patriotisme para Pejuang Siliwangi, namun beliau juga merupakan penjaga Tradisi, dalam melestarikan budaya, menjaga adat istiadat, yang berpegangan kepada Marwah Siliwangi, serta selalu berpegang teguh dan menjalankan Wangsit Siliwangi.

READ  Mau Menagis Di Sana?

 

TB/Obeng

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *