Hadapi Kekeringan, BPBD Lumajang Mulai Salurkan Bantuan Air Bersih

Harianmerdekapost.com. Lumajang, Jawatimur.  Memasuki musim kemarau, ketersediaan air bersih mulai menyusut dan menjadi kebutuhan yang paling krusial. Guna menjamin kebutuhan warga tetap terpenuhi, Pemerintah Kabupaten Lumajang kini mulai menyalurkan bantuan air bersih ke daerah-daerah yang mulai merasakan dampak kekeringan, sebagai langkah antisipasi krisis air.

 

Penyaluran ini dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang. Langkah ini diambil setelah Bupati Lumajang resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan/Krisis Air Bersih serta Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026, tertuang dalam Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/282/KEP/427.12/2026.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menjelaskan pendistribusian air dilakukan secara bertahap. Penentuan lokasi didasari hasil pengecekan langsung ke lapangan, agar bantuan tepat sasaran dan didahulukan bagi wilayah yang benar-benar kesulitan mendapatkan akses air bersih.

 

“Air bersih adalah kebutuhan pokok setiap warga. Oleh karena itu, kami pastikan setiap laporan yang masuk segera kami verifikasi, sehingga bantuan bisa disalurkan dengan cepat dan akurat. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor jika mulai kesulitan mendapatkan air, agar penanganan bisa dilakukan lebih dini,” ujarnya.

 

Penyaluran tahap pertama dilaksanakan pada Jumat (10/7/2026) di Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso. BPBD mengerahkan tiga unit truk tangki yang melayani 15 titik pembagian air, tersebar di Dusun Tanah Gatal, Gemuling, Lumpang, Krajan, hingga Baka Utara.

 

Pada tahap awal ini, bantuan telah menjangkau setidaknya 124 kepala keluarga atau sekitar 425 jiwa yang mulai merasakan dampak menipisnya persediaan air di musim kemarau ini.

 

Berdasarkan pemetaan yang telah dilakukan BPBD, potensi kekeringan tahun 2026 diprediksi akan meluas ke enam kecamatan yang mencakup 19 desa. Maka dari itu, pendistribusian air akan dilakukan secara bergilir dan berjenjang, menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan serta tingkat kebutuhan warga.

READ  Kalapas dan KPLP dinonaktifkan usai petugas ngaku dimutasi gegara Video Napi Pesta Sabu

 

Isnugroho menambahkan, pihaknya senantiasa menjalin komunikasi dengan pemerintah desa untuk memantau ketersediaan sumber air. Di samping itu, informasi yang disampaikan masyarakat sangat berharga untuk menentukan prioritas lokasi, sehingga bantuan tiba dengan cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan.

 

Warga pun diimbau untuk menggunakan air seperlunya dan bijak selama musim kemarau. Apabila persediaan air mulai menipis atau sumur di lingkungan sekitar mulai mengering, masyarakat diminta segera melapor ke kantor desa atau menghubungi Layanan Darurat BPBD Kabupaten Lumajang lewat nomor WhatsApp 0812-3457-0077. Petugas akan segera turun melakukan pengecekan dan menyiapkan langkah penanganan.

 

Melalui bantuan ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen penuh menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar warga di tengah musim kemarau. Diharapkan, respon yang cepat serta kerja sama antar pihak dan pelaporan dini dapat meminimalkan dampak buruk kekeringan, sekaligus memastikan bantuan air bersih sampai ke tangan warga yang paling membutuhkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *