HUT Bhayangkara ke‑80 di Lumajang Tanpa Lagu Indonesia Raya, Berbeda Dengan Upacara Pusat

Harianmerdekapost.com. Lumajang, Jawatimur. Upacara peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke‑80 yang digelar Rabu (1/7/2026) di Alun‑alun Lumajang berlangsung tanpa mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara dihadiri seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta jajaran personel Kepolisian Resort Lumajang Dan Tokoh masyarakat

 

Sementara itu, dari pantauan yang di himpun , Inspektur upacara ( kapolres Lumajang) beserta forkopimda memasuki Podium acara dimulai langsung dengan menyanyikan Mars Polri, dilanjutkan momen mengheningkan cipta, pembacaan amanat Presiden oleh Inspektur upacara , hingga rangkaian selanjutnya tanpa ada bagian khusus menyanyikan lagu kebangsaan. Hal ini berbeda kebiasaan umum dalam upacara resmi kenegaraan maupun pemerintahan.

 

Menanggapi hal itu, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menjelaskan pelaksanaan telah berpedoman pada ketentuan protokoler dan bendera sudah berkibar

 

“Kami mengikuti runtutan yang sudah di buat dari protokoler karena ini bendera sudah naik , untuk menyanyikan indonesia raya tentunya seiring dengan naiknya bendera, Karena bendera sudah naik kita tidak menyanyikan lagu indonesia raya, karena kita tepat berada di bawah bendera yang sudah berkibar ” ujar Alex kepada awak media di sela sela Penutupan upacara

 

 

Secara aturan mengenai Lagu Kebangsaan Berdasarkan Undang‑Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, dan Lagu Kebangsaan serta pedoman protokoler resmi

 

Lagu Indonesia Raya dinyanyikan bersamaan saat bendera Merah Putih dikibarkan dalam pembukaan upacara resmi kenegaraan.

Jika pengibaran telah selesai sebelum acara dimulai, lagu tersebut tidak wajib diulang dalam rangkaian utama.

Namun pada peringatan besar tingkat nasional, lagu kebangsaan tetap dimasukkan dalam susunan inti acara sebagai bentuk penghormatan negara.

 

HUT bhayangkara dengan Upacara Tingkat Pusat

READ  Peduli Lingkungan, TNI Koramil Pasirian Bersama Warga Bersihkan Sampah Pantai Watu Pecak

Berbeda dengan pelaksanaan di Lumajang, upacara utama HUT Bhayangkara ke‑80 di Jakarta dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto namun tetap mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya meskipun bendera sudah berkibar

 

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan pengamat dan warga mengapa susunan pelaksanaan berbeda antara tingkat pusat dan daerah meski satu pedoman dasar. Hingga kini belum ada penjelasan rinci mengenai perbedaan penerapan susunan acara tersebut.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *