Harianmerdekapost.com – Bekasi, Jawa Barat
Proyek rekonstruksi Jalan KH Raden Mamun Nawawi (ruas Cikarang–Cibarusah) resmi dimulai pada kamis, 2 April 2026. Pengerjaan jalan yang mengalami kerusakan berat ini dipastikan akan berdampak pada kemacetan, sehingga pengguna jalan diimbau untuk mencari jalur alternatif.
Sejak hari pertama pelaksanaan, kemacetan dilaporkan mencapai hingga 2 kilometer. Bahkan sebelum proyek dimulai, ruas jalan tersebut memang dikenal sebagai salah satu titik dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi di Kabupaten Bekasi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) menyatakan bahwa proyek ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan provinsi yang menjadi urat nadi mobilisasi masyarakat.
Berdasarkan data teknis, proyek dengan nomor SPK 0601/Pur.12.02/10031/SP/UPTD-P12WPI ini dikerjakan oleh PT Vision Maju Sejahtera dengan nilai kontrak sebesar Rp18,88 miliar. Waktu pelaksanaan ditetapkan selama 225 hari kalender sejak 6 Maret 2026, namun pihak pelaksana menargetkan percepatan pengerjaan di lapangan.
Salah satu teknisi lapangan, Peri, menjelaskan bahwa penyempitan akses akibat aktivitas alat berat dan material proyek berpotensi memicu kemacetan panjang, terutama di titik-titik krusial seperti wilayah Ceper dan KSB.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan dari arah Cibarusah menuju Serang maupun sebaliknya, untuk mencari jalur alternatif guna menghindari penumpukan kendaraan,” ujarnya saat dikonfirmasi di lokasi proyek.
Menanggapi kondisi tersebut, salah satu pengguna jalan yang enggan disebutkan namanya berharap agar pihak kontraktor memperhatikan aspek keselamatan kerja (K3), termasuk pemasangan rambu dan fasilitas keselamatan di area proyek.
Menanggapi hal itu, pihak pelaksana memastikan akan mengerahkan petugas pengatur lalu lintas (flagman) secara maksimal untuk membantu mengurai kepadatan.
“Ruas jalan KH Raden Mamun Nawawi memiliki volume kendaraan yang sangat tinggi. Kehadiran proyek ini memang menambah beban lalu lintas, namun kami berkomitmen mempercepat pengerjaan agar mobilitas warga, khususnya para pekerja, tidak terganggu terlalu lama,” tegasnya.
Sebagai bentuk kontrol publik, media dan masyarakat diharapkan turut mengawal serta mengawasi jalannya proyek rekonstruksi ini agar sesuai dengan aturan dan spesifikasi teknis. Dengan anggaran yang cukup besar, kualitas hasil pekerjaan diharapkan mampu bertahan lama dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
(Nadira)






