Harianmerdekapost.com, Surabaya, Jawa Timur – Wahana Visi Indonesia adakan Refleksi bersama pegiat Bank Sampah Surabaya dan Alumni Karawang di Bank Sampah Maju Makmur Keputih, Surabaya Rabu 27/07/2026. Bank Sampah Maju Makmur Keputih menjadi tuan rumah pertemuan refleksi antara pegiat bank sampah se-Surabaya dan rombongan alumni program pengelolaan limbah dari Karawang. Kegiatan yang dihadiri puluhan peserta tersebut digelar untuk berbagi pengalaman, mengevaluasi praktik pengelolaan sampah, serta memperkuat jejaring kerja antar komunitas pengelola sampah berbasis masyarakat.
Dalam sesi refleksi, para pegiat membahas keberhasilan dan tantangan operasional bank sampah selama beberapa tahun terakhir, termasuk strategi meningkatkan volume sampah yang diterima, edukasi warga, serta upaya pemberdayaan ekonomi anggota.

Dari Dinas Lingkungan Hidup juga hadir dalam kegiatan tersebut yang di wakili oleh Katimja ibu Satiah,menyampaikan apresiasi yang besar kepada pengurus Bank Sampah,serta WVI yang telah menginisiasi dan mendampingi selama ini, dan berharap terus bergerak untuk mencapai 40% sampah bisa terreduksi oleh bank sampah. Beberapa isu kunci yang muncul antara lain kebutuhan peningkatan kapasitas manajemen, pendataan nasabah yang lebih rapi, serta pendekatan edukasi yang adaptif untuk anak sekolah dan keluarga muda.

“Kami mendapat banyak pelajaran berharga dari praktik di Karawang dan juga ingin berbagi pengalaman kami. Intinya adalah sinergi antar bank sampah mempercepat somempercepat terhadap persoalan sampah,” ujar salah satu fasilitator kegiatan. Lurah Keputih ibu maya juga menyampaikan dengan Inovasi “Pinjam Uang, Bayar dengan Sampah”

Menambah semangat pertemuan, Kelurahan Keputih memperkenalkan inovasi baru yang diinisiasi oleh Bank Sampah Maju Makmur: program “Pinjam Uang, Bayar dengan Sampah”. Melalui program ini, warga yang membutuhkan pinjaman tunai kecil dapat memperoleh akses dana dari kelompok simpan-pinjam lokal dengan ketentuan cicilan dapat dilunasi menggunakan sampah terpilah (seperti plastik, kertas, dan logam) yang dinilai dan dikonversi menjadi nilai Rupiah sesuai harga pasar daur ulang.
Program ini bertujuan:
Meningkatkan inklusi keuangan bagi warga berpendapatan rendah.
Menambah pasokan bahan baku bagi aktivitas bank sampah.
Mengurangi volume sampah yang berakhir ke TPS/TPA.
Skema operasional sederhana: pemohon mengajukan pinjaman ke pengurus, kemudian menyepakati besaran cicilan dan kuantitas sampah serta kualitas yang disyaratkan. Setiap setoran sampah akan dicatat sebagai pelunasan cicilan berdasarkan tarif yang disepakati. Untuk menjamin keberlanjutan, program dilengkapi verifikasi kualitas sampah dan pembinaan pengelolaan sampah rumah tangga.

Respons dan tindak lanjut
Respon warga terhadap inovasi ini umumnya positif. Beberapa nasabah awal menyatakan terbantu untuk memenuhi kebutuhan mendesak tanpa harus tergantung pada rentenir. Sementara itu, pengurus bank sampah menekankan pentingnya pencatatan yang rapi dan transparan serta edukasi agar sampah yang disetor memenuhi standar.Dari pihak WVI bang jumpa panggilan akrabnya menyampaikan kita terus bergerak dan berupaya bersinergi bersama. Sedangkan dari mas Andi wahana Visi Indonesia juga menyampaikan bahwasanya setelah dilakukan pencatatan yang sudah tercolect setelah studi banding ke kerawang dari bank sampah Dampingan WVI hampir 75 ton yang sudah berhasil direduksi dari hampir 9 kelurahan selama hampir 11 bulan terakhir. Artinya sudah 80 % bergerak secara masiv.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk saling tukar praktik terbaik, mengembangkan modul pelatihan, dan mengadvokasi kebijakan lokal yang mendukung proyek serupa di kelurahan lain. Bank Sampah Maju Makmur berencana mendokumentasikan pilot program “Pinjam Uang, Bayar dengan Sampah” dan membuat panduan operasional yang dapat direplikasi di wilayah lain.
( NK )






