Tolak Ukur Utama Perbaikan Jalan Nasional Adalah Rasa Aman dan Keselamatan Jiwa Pengguna Jalan Bukan Asal Asalan, Mohon Atensi Menteri PUPR RI dan Gubernur Jawa Timur

Harianmerdekapost.com, Pasuruan, Jatim – Kondisi Jalan Nasional dari arah Sidoarjo ke Pandaan atau sebaliknya adalah beberapa titik dalam kondisi rusak parah ya bergelombang dan berlubang tepatnya pada ruas jalan dari Gapura Mlaten sampai depan stadion Sumolewo Kejapan ( sebelah barat) , depan kantor BBWS OP 4( sebelah Timur), dan depan lapangan dusun Sejo (sebelah Timur)masuk wilayah desa Karang Rejo kecamatan Gempol kabupaten Pasuruan kondisi kerusakan ya bergelombang ya berlubang yang sangat meresahkan bagi para pengguna jalan terutama pengendara roda dua karena telah menyebabkan puluhan korban laka tunggal yakni pengendara roda dua terjatuh akibat kondisi jalan yang rusak parah tersebut.

Berdasarkan hasil investigasi dan konfirmasi Tim media harian merdeka selama 3 bulan dari bulan November 2025 s/d hari Selasa tanggal (13-01-2026) telah mendapat beberapa temuan sesuai fakta dilapangan antara lain pada ketiga ruas jalan yang berulang kali menimbulkan laka tunggal per hari Selasa tanggal ( 13-01-2026) belum ada tindak lanjut perbaikan jalan walau yang bersifat tambal sulam ,kalau sudah dilakukan perbaikan oleh petugas lapangan PPPK 3.6 berarti hasil perbaikan menggunakan material aspal yang kualitasnya dibawah standart buktinya sudah rusak lagi (13-01-2026) dan terkesan asal asalan atau tidak sesuai dengan amanat regulasi sebagaimana yang telah diatur dalam undang -undang LLAJ nomor 22 tahun 2009 dimana salah satu pasal yang menjelaskan bahwa perbaikan jalan harus sesuai dengan kebutuhan kerusakannya dan tolok ukur utama adalah keamanan dan keselamatan jiwa para pengguna jalan, tidak pernah dipasang rambu-rambu pada area ruas jalan yang dalam kondisi rusak parah tersebut sebagaimana amanat Undang – Undang LLAJ nomor 22 tahun 2009 ,pasal 24 ayat (1 dan 2) , beberapa peristiwa diantaranya pada tanggal (19-11-2025) yang benar telah terjadi 12 kali laka tunggal yakni pengendara sepeda motor terjatuh akibat kejeglong jalan berlubang ketika melintas pada ruas jalan Nasional depan lapangan Sejo secara beruntun ( Sumber data ILKP Gempol) , bulan Desember 2025 telah terjadi 4 kali laka tunggal ketika melintas pada ruas jalan depan kuburan dan depan kantor BBWS OP4 Brantas Mlaten ( Sumber data warga setempat), dan pada hari minggu tanggal(11-01-2026) sejak jam 03.00 wib sampai sore hari telah terjadi laka tunggal 10 kali secara beruntun yakni pengguna jalan roda dua jatuh tersungkur ketika melintas pada ruas jalan depan Alfa mart masuk wilayah desa Kejapanan ( Sumber data ILKP Gempol ), Perbaikan jalan tambal sulam tidak dilaksanakan secara menyeluruh tapi parsial dengan hasil pekerjaan dibawah standart .

READ  Babinsa Kelurahan Tompokersan, Giatkan Pendampingan Penyaluran PIN Polio

Hasil konfirmasi dengan warga dusun Kejapanan Bapak Supai 61tahun (12′-01:- 2026) ,beliau menjelaskan bahwa jam 03.00 wib hari Minggu tanggal ( 11-01-2026) ada pengendara sepeda motor terjatuh akibat kejeglong pada jalan berlubang dan kemudian ada lagi hingga sore hari ya kira-kira ada 10 kali pengendara sepeda motor yang terjatuh . Jelasnya !!.

Berkait dengan temuan lapangan tersebut diatas ,penulis selaku pewarta dan penyambung lidah suara rakyat kecil khususnya para pengguna jalan meminta kepada Bapak Menteri PUPR RI dan Ibu Gubernur Jawa Timur dipersilahkan untuk sidak ke lapangan supaya mengetahui secara langsung kondisi kerusakan jalan yang telah terpaparkan diatas dimana menurut hemat kami sudah tidak layak lagi disebut jalan Nasional dan harus dilakukan perbaikan pengaspalan total atau satu lapis bukan tambal sulam demi meminimalisir terjadinya kecelakaan dan demi memberikan rasa aman dan keselamatan jiwa bagi pengguna jalan dengan satu harapan mendapat respon positif dan tindak lanjut secepatnya .(Budhi H) .

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *