Harianmerdekapost.com. Lumajang, Jawatimur. Kegiatan berbasis hobi dinilai tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi ruang tumbuhnya ekonomi lokal, memperkuat kebersamaan, serta membangun budaya sportivitas di tengah masyarakat.
Pesan tersebut mengemuka dalam pembukaan Lomba Burung Berkicau “Bupati Cup” yang dibuka Bupati Lumajang Indah Amperawati di Alun-Alun Lumajang, Minggu (24/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti para pecinta burung berkicau dari berbagai daerah dan turut melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan apresiasi kepada para peserta, khususnya kicau mania dari luar daerah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran peserta tidak hanya menambah semarak kegiatan, tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas terhadap aktivitas masyarakat di sekitar lokasi penyelenggaraan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lumajang, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta, khususnya bagi para kicau mania yang datang dari luar daerah,” ujarnya.
Menurut Bupati, kegiatan komunitas seperti lomba burung berkicau memiliki potensi mendorong perputaran ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Kehadiran peserta dan pengunjung dapat menjadi peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan aktivitas perdagangan masyarakat.
Karena itu, masyarakat, peserta, dan pengunjung diajak untuk mendukung produk lokal yang dipasarkan di sekitar arena kegiatan.
“Jangan lupa untuk melarisi kios-kios UMKM yang ada di sini. Mari kita belanja produk lokal Lumajang sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah,” katanya.
Selain dampak ekonomi, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga nilai sportivitas dalam pelaksanaan perlombaan. Menurutnya, kualitas sebuah kompetisi tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh integritas, kejujuran, dan sikap adil selama proses berlangsung.
Ia meminta tim juri menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan bebas dari intervensi agar kepercayaan peserta terhadap kompetisi tetap terjaga.
Bupati juga mengingatkan peserta untuk menjadikan kompetisi sebagai ruang silaturahmi dan kebersamaan, karena nilai utama dari sebuah kegiatan masyarakat bukan hanya kemenangan, tetapi juga terbangunnya hubungan sosial yang positif.
Melalui kegiatan tersebut, sinergi antara komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan dapat terus berkembang sehingga kegiatan berbasis hobi tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memberi dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.






