Kunjungan Samsul Hidayat Dewan Ke Tempat Pelatihan Batik Di Desa Bulusari

Berita, Daerah, Pemerintah137 Dilihat

Harianmerdekapost.com, Pasuruan, Jatim – Selepas menghadiri acara Musrenbangdes yang diselenggarakan oleh pemdes Bulusari , Samsul Hidayat S.Ag,M.Pd.I anggota DPRD kabupaten Pasuruan ketua fraksi partai PKB (03-08-2023) jam 12.15wib – selesai langsung mengunjungi tempat pelatihan batik kelompok UMKM desa Bulusari yang kebetulan lokasinya sangat dekat dengan kantor desa , perihal tersebut selalu dilakukan karena untuk dapat mengetahui progres hasil pelatihan yang masih dalam pelaksanaan dan kendala yang dikeluhkan oleh para peserta pelatihan batik.

Pasuruan ads

Setelah mengetahui hasil karya bakti yang dibuat oleh para peserta pelatihan yang dinilai lumayan bagus, beliau langsung memesan 16 potong kain batik dan memberikan bantuan dengan rincian Rp 4.000.000,- untuk bayar chash kain yang dipesan dan yang Rp 1.000.000,- untuk bantuan beli bahan.(dibayar tunai dan diterimakan).

Dalam kunjungan tersebut di dampingi oleh kades Bulusari Hj Siti Nurhayati, Sekdes yang akrab disapa Ari Wibowo, Kawil Jurang pelen H Tuin dan Kawil Blimbing H Atim.

Berdasarkan pengamatan dan penilaian awak media setelah melihat momen tersebut bahwa Samsul Hidayat sebagai wakil rakyat betul -betul merakyat, berjiwa motivator yang sangat tinggi demi mempercepat pertumbuhan laju ekonomi kreatif inovatif yang berbasis desa di wilayah desa Bulusari dan sekitarnya serta rasa peduli untuk sisi peningkatan kesejahteraan warga desa.

Beliau juga memberikan arahan kepada pemdes Bulusari dan peserta pelatihan batik , pelatihan batik ini perlu nanti dikembangkan pada pelatihan packing dasar dan tujuannya untuk meningkatkan nilai jual, sebagai langkah awal saya minta kepada para peserta pelatihan batik hendaknya selalu semangat dan fokus dalam meningkatkan kreativitas contoh kalau sekarang ciri khas batik dari desa Bulusari adalah motif Jambu Mente kan bisa dikembangkan motif situs Cungkrang , tembakau dan motif lainnya supaya variatif dan nanti kalau sudah berkembang dan maju semua motif kain batik khas desa Bulusari bisa kita urus hak patennya supaya tidak dijiplak pihak lain. Pungkasnya !!!.

(Budhi H).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *