Hidupkan “Prasasti” Yang Lama Mati, Bupati Fandi Akhmad Yani Pertegas Komitmen Penanganan Sampah

Harianmerdekapost.com – Gresik,Jatim – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meresmikan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse-Reduce-Recycle (TPS3R) di Desa Petiken Kecamatan Driyorejo, Minggu (20/08). TPS3R yang diresmikan hari ini, memanfaatkan “prasasti”/ aset yang mangkrak sejak tahun 2008.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Yani juga menyerahkan bantuan alat processing pemilahan sampah (RDF). Alat yang memiliki kapasitas input sampah sebesar 250 Kg/jam ini, nantinya akan beroperasi untuk memilah sampah untuk kemudian diolah menjadi bahan bakar berkelanjutan.

“Setelah saya resmikan hari ini, saya harap ini akan terus berlanjut dan berkembang. Urusan sampah tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan juga ada andil partisipasi masyarakat dari tingkat desa,” ujar Bupati Yani.

Pengolahan sampah di Desa Petiken, memiliki arti penting dalam upaya pelestarian lingkungan. Hal ini karena Desa Petiken tergolong desa yang padat penduduknya, ditambah dengan perkembangan kawasan perumahan yang masif.

“Sampah yang dihasilkan di kawasan Desa Petiken ini sekitar 12 ton perhari. Dan mesin yang saat ini sudah kita instal di TPS3R ini kapasitasnya 6 ton perhari. Memang secara hitungan masih kurang, tapi ini kita mulai dan semoga ini menjadi embrio dalam penanganan sampah berbasis desa,” terangnya.

Pemkab Gresik melalui Dinas Lingkungan Hidup, terus melakukan upaya terintegrasi dalam penanganan sampah. Di TPS3R ini contohnya, pengolahan sampah dilakukan mulai dari pemilahan, pencacahan, hingga pemrosesan dengan hasil akhir berupa _pelet_ . _Pelet_ ini kemudian bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, kompos, hingga bahan bakar yang dipakai UMKM sekitar.

Sebagai salah satu wilayah industri, Bupati Yani juga menghimbau kepada perusahaan yang menghasilkan sampah plastik untuk ikut bersama peduli lingkungan.

“Mari kita bersama-sama peduli lingkungan. Ketika mereka menjadi produsen sampah plastik, mereka juga memilki tanggung jawab sosial terhadap sampah plastik yang di produksi. Maka kami menyarankan agar mereka bersama-sama lewat program CSR-nya dengan Pemkab Gresik untuk menyiapkan fasilitas pengolahan sampah,” tegas Bupati Yani.

See also  Amiril Mukminin Calon Kepala Desa Winong Nomor Urut 1 Bersama Warga Siap Mewujudkan Perubahan Untuk Peningkatan Pelayanan Dan Tata Kelola Pemerintahan Desa Winong Yang Lebih Efektif Dan Warga Desa Yang Sejahtera

Isu penanganan sampah di Kabupaten Gresik terus mendapat perhatian Bupati Fandi Akhmad Yani dan jajarannya. Tahun ini, Bupati Yani meresmikan TPS berbasis desa di Desa Sungonlegowo Kecamatan Bungah. Selanjutnya, rencananya di tahun ini akan diresmikan juga dua TPS berbasis kecamatan di Menganti dan Kedamean.

Sebelum meresmikan TPS3R di Desa Petiken, Bupati Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Aminatun Habibah dan Forkopimda mengikuti _funbike_ bersama masyarakat.
Dimulai di Balai Desa Sumput dan berakhir di area CBD Citraland Driyorejo, acara _funbike_ ini diikuti ribuan masyarakat. Bersama-sama, mereka menyusuri rute sepanjang 8 Km. Tak jarang, Bupati Yani dan rombongan berhenti untuk menyapa dan ikut berswafoto bersama masyarakat. (nnd/wwn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *