Berkolaborasi dengan Baznas, BPRS Bhakti Sumekar Berikan Bantuan Alat Usaha Kepada PEKKA

Berita, Daerah392 Views

Haraianmerdekapost.com – Sumenep, Madura, Jawa Timur – Pemberian bantuan alat usaha kepada Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) kembali dilaksanakan di Kabupaten Sumenep.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumenep dengan BPRS Bhakti Sumekar dengan tujuan mengatasi kemiskinan ekstrem.

Pantauan di lokasi, Bantuan ini terdiri dari 48 unit kompor, blender, dan mesin penyegel plastik, yang diserahkan di kantor Bappeda Sumenep, Selasa (9/7/2024).

“Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kuat BPRS Bhakti Sumekar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi perempuan yang menjadi kepala keluarga,” ucap Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya di Mekah.

Fajar berharap, para penerima bantuan dapat menjaga dan memanfaatkan alat-alat tersebut dengan baik.

“Ini adalah amanah. Jangan sampai alat-alat yang diberikan malah dijual,” tegas Fajar.

Diketahui, acara penyerahan bantuan dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Kepala Asisten Pemerintahan, Ketua Baznas, serta Pengurus PCNU Sumenep dan LKK NU.

Dalam sambutannya, Wabup Sumenep, Dewi Khalifah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam mensukseskan program tersebut.

Menurutnya, pemberian bantuan terhadap Pekka bertujuan untuk menekan angka kemiskinan di Sumenep.

“Meskipun angka kemiskinan di Sumenep telah menurun, pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk menekan angka tersebut lebih jauh,” terangnya.

Disamping itu, pihaknya juga berjanji untuk terus melakukan evaluasi guna memaksimalkan bantuan yang dihususkan kepada perempuan kepala rumah tangga.

“Evaluasi akan dilakukan ke depan untuk memastikan efektivitas bantuan ini,” terangnya.

Sekedar informasi, menurut data statistik BPS Sumenep, angka pengangguran di Sumenep kini terendah di Jawa Timur dengan 1,7 persen.

Lalu angka kemiskinan juga mengalami penurunan menjadi 18,70 persen di Jawa Timur.(*/Nri)

See also  7 Desa di Kabupaten Gresik Lakukan Perhitungan Ulang Surat Suara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *