Bantuan Diberikan Secara Intens Sejak 26 Desember 2023 Sampai Dengan 10 Januari 2024 Mendatang.

Harianmerdekapost.com.,Nabire Papua Tengah – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah kembali menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi, Kabupaten Puncak yang sebelumnya diketahui mengalami bencana kekeringan ekstrem akibat hujan es yang terjadi tahun 2023.

Penjabat (Pj) Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk menyampaikan, tim penyalur bantuan sejak dua hari lalu sudah menuju ke dua distrik di Puncak. Tim ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial dan PPPA Papua Tengah.

Hari ini juga, Kamis (4/1/2024), kata Pj Gubernur, Kepala Dinas Sosial menggunakan transportasi pesawat Grand Caravan membawa 1 ton lebih bantuan terdiri dari 1 ton beras, 50 karton mie instan, 10 karton garam dan 10 karton penyedap rasa.

Bantuan berupa bahan makanan ini, kata Ribka Haluk dalam keterangannya, akan terus diberikan kepada masyarakat yang terdampak bencana kekeringan akibat cuaca ekstrem di Distrik Agandugume dan Lambewi. Bahkan, bantuan diberikan secara intens sejak 26 Desember 2023 sampai dengan 10 Januari 2024 mendatang.

“Kita telah menyiapkan pesawat dengan 20 flight (penerbangan) dari Nabire menuju (Distrik) Sinak dan dilanjutkan ke lokasi bencana untuk membawa bahan makanan,” kata Ribka.

Ia menjelaskan, sejak Agustus 2023, dirinya telah memerintahkan Dinas Sosial PPPA dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah membentuk tim untuk merancang strategi agar permasalahan bencana kekeringan di Agandugume dan Lambewi bisa segera teratasi dengan baik, sehingga masyarakat bisa kembali melakukan aktivitas keseharian seperti sediakala.

“Puji Tuhan, saat ini kondisi masyarakat sudah berangsur normal di sana. Kita berharap bencana serupa tidak lagi terjadi, hingga masyarakat bisa kembali beraktivitas, termasuk bertani. Namun kita juga terus mengevaluasi kondisi masyarakat di sana termasuk kesehatannya,” terang Ribka.

Diketahui sebelumnya, sekitar 7.500 orang di Distrik Agandugume dan Lambewi, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah terancam kelaparan, dampak dari musibah kekeringan akibat cuaca ekstrem hujan es sejak Juli 2023. Akibatnya, tercatat enam orang meninggal dunia.

Kini, kehidupan masyarakat diklaim sudah berangsur normal pasca pemberian bantuan oleh pemerintah untuk disalurkan ke daerah tersebut.

(Amatus.Rahakbauw.K).

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *