Harianmerdekapost.com, Tuban, Jawa Timur – Departemen Informasi dan Perpustakaan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga (Unair), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penguatan Perpustakaan Desa dalam Rangka Pengembangan Layanan Literasi Anak Berbasis Ruang Baca Ramah Anak di Kabupaten Tuban” pada Kamis (08/10/2026) di Balai Desa Rayung, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perangkat Desa Rayung serta perwakilan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban.
Desa Rayung memiliki Perpustakaan PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) yang selama ini menjadi tempat warga mengakses bahan bacaan dan kegiatan literasi sehingga penguatan kemampuan para pengelolanya, khususnya dalam melayani literasi anak, menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Kebutuhan tersebut melatarbelakangi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat oleh Departemen Informasi dan Perpustakaan. Upaya ini sekaligus mendukung Kabupaten Tuban sebagai Kota Layak Anak. Pada kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa perpustakaan desa membutuhkan pengelolaan yang tertata, baik dari sisi koleksi, administrasi, maupun pelayanan. Dengan standar pengelolaan yang jelas, perpustakaan dapat terus diakses dan memberi manfaat bagi masyarakat, terutama anak-anak.
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, disusul menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Airlangga. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian sambutan dari Helmy Prasetyo Yuwinanto, S.Sos., M.KP., selaku Ketua Pengabdian Masyarakat, selanjutnya dari Sutomo selaku Kepala Desa Rayung, dan diakhiri oleh sambutan dari Masykuri, S.Sos., selaku Kepala Bidang Perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tuban. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata. Cendera mata tersebut berupa 30 judul buku koleksi anak serta Buku Saku Modul Manajemen Perpustakaan Desa yang langsung diberikan oleh Helmy selaku perwakilan tim pengabdian masyarakat Departemen Informasi dan Perpustakaan kepada Sutomo sebagai wujud kontribusi nyata dalam mendukung penguatan literasi anak serta pengelolaan perpustakaan desa yang berkelanjutan di Desa Rayung.

Tim pengabdian masyarakat menyajikan tiga materi utama yang dibawakan oleh pemateri dari Dosen Departemen Informasi dan Perpustakaan Unair. Sesi pertama mengangkat topik manajemen perpustakaan desa yang dipaparkan oleh Nurul Jannah, S.IIP., M.Hum. Materi mencakup pengelolaan koleksi, administrasi dan layanan, serta penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP). “Pengelolaan perpustakaan desa yang efektif dan terarah memerlukan tata kelola koleksi, administrasi, serta pelayanan yang berpedoman pada SOP,” ungkap Nurul dalam pemaparannya Dalam sesi tersebut, ia turut mengulas dan mengevaluasi sejumlah aspek pada Perpustakaan PKK Desa Rayung.
Sesi kedua mengenai program literasi dan promosi digital yang disampaikan oleh Imam Yuadi, S.Sos., M.MT., Ph.D. Materi ini membahas cara merancang kegiatan literasi bagi berbagai kelompok usia. “Program literasi perlu dirancang sesuai karakteristik tiap kelompok usia, serta didukung promosi melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook untuk memperluas jangkauan layanan,” jelas Imam ketika ditanya mengenai strategi pengenalan perpustakaan.
Sesi ketiga berupa pendampingan penyusunan program kerja oleh Zulfatun Sofiyani, S.IIP., M.Hum. Peserta dibimbing mengenali kebutuhan pengguna, menetapkan target kegiatan, serta menyusun rencana dan jadwal pelaksanaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Penyusunan program kerja hendaknya diawali dengan identifikasi kebutuhan pengguna, kemudian ditindaklanjuti dengan penetapan target, rencana kegiatan, dan jadwal yang sesuai kondisi masyarakat,” ucap Zulfa di akhir paparannya. Pada kesempatan itu, pengurus perpustakaan juga berbagi cerita tentang sejumlah program kerja yang pernah dijalankan.
Seluruh rangkaian dipandu oleh moderator dari Mahasiswa Ilmu Informasi dan Perpustakaan 2025, Gresyma Zuhriyah Cahyadewi. Pemaparan berlangsung lancar dan semarak, yang terlihat dari antusiasme peserta yang tinggi pada sesi tanya jawab.

Helmy selaku ketua pengmas menjelaskan bahwa program ini diarahkan agar perpustakaan desa menjadi ruang yang ramah bagi anak. “Kami ingin pustakawan desa makin siap menyusun layanan literasi yang sesuai dengan perkembangan anak, dengan ruang baca yang inklusif dan menyenangkan. Kami juga berharap orang tua, guru, dan masyarakat ikut mendukung supaya ekosistem literasi anak ini terus hidup,” ujarnya. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat kemampuan pustakawan Perpustakaan PKK Desa Rayung dalam mengembangkan layanan literasi anak berbasis ruang baca ramah anak. Secara khusus, kegiatan ini menargetkan peningkatan kemampuan pustakawan dalam merancang program literasi sesuai tahap perkembangan anak, penyusunan panduan operasional layanan, penataan ruang baca yang inklusif dan menyenangkan, serta pengembangan ekosistem literasi yang melibatkan orang tua, guru, dan masyarakat desa.
Tujuan tersebut turut mendapat dukungan dan harapan dari Sutomo. Kepala Desa Rayung itu berharap perpustakaan desa mendapat dukungan lebih lanjut. “Apabila memungkinkan, kami memohon dukungan agar perpustakaan dibekali buku-buku baru dan materi mengenai teknik-teknik terbaru, sehingga warga kami tidak tertinggal dalam hal pengalaman, pola didik, dan hal-hal yang bersifat kekinian,” katanya. Pengurus perpustakaan turut menyampaikan harapan agar pelatihan serupa dapat diadakan kembali di kemudian hari.
Kegiatan pengmas ini juga mendapat kesan positif dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban, “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh civitas akademika Universitas Airlangga yang yang telah merancang kegiatan untuk membantu meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat. Ini merupakan bukti nyata keterlibatan perguruan tinggi dalam membangun sumber daya manusia menuju Generasi Emas 2045,” ujar Masyukri di akhir kegiatan.
Adapun kegiatan pengmas ini sejalan dengan SDG 17 tentang Partnership for the Goals, khususnya poin mengenai SDGs Community Academy & Training of Trainers. Melalui pelatihan ini, para pengelola perpustakaan Desa Rayung diharapkan mampu berperan sebagai pegiat literasi yang tidak hanya menerapkan ilmu baru, tetapi juga membagikannya kepada orang tua, guru, dan warga sekitar agar manfaatnya terus berkembang di dalam komunitas. Semangat kolaborasi dan pemberdayaan berkelanjutan ini turut dikukuhkan melalui semboyan khas desa, “Rayung, Rukun, Raharja!”.
( AS )






