Petani Datangi UPT PU SDA Jatim Di Lumajang , Tuntut Penjelasan Langsung Proyek Dam Limpah Rp15,6 Miliar yang Tak Berfungsi

Harianmerdekapost. com. Lumajang, Jawatimur. Sejumlah perwakilan petani dari Desa Kepanjen dan Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, mendatangi Kantor UPT PU SDA Provinsi Jawa Timur yang beralamat di Jalan Sultan Agung No. 3, Kabupaten Lumajang, Senin (31/8/2026). di temui langsung oleh Security sedangkan petugas resepsionis atau pegawai di kantor UPT PU SDA sedang ada di luar semua mengingat saat jam istirahat.

Sedangkan Kepala UPT PU SDA sedang di Lokasi DAM limpah kepanjen jember.

 

Kedatangan mereka membawa surat resmi untuk mempertanyakan kenyataan pahit pembangunan Dam Limpah yang menghabiskan anggaran Rp15,6 miliar hingga saat ini sama sekali tidak memberikan manfaat atau gagal.

 

Para petani serta lembaga swadaya masyarakat Gempar saat menyerahkan Surat menegaskan, tidak ada perubahan berarti sebelum dan sesudah proyek tersebut dibangun seolah-olah anggaran turun hanya di buat habiskan anggran . Bangunan berdiri, namun fungsi dan manfaatnya bagi ratusan hektar lahan pertanian tetap nol. Masyarakat terdampak secara khusus menginginkan bertatap muka langsung dengan Kepala UPT PU SDA Provinsi Jawa Timur wilayah Lumajang, Prabowo, guna mendengarkan penjelasan rinci terkait akar kegagalan proyek yang seharusnya mengatasi kekeringan sekaligus banjir itu.

 

Kedatangan warga ini merupakan bentuk keseriusan dan keinginan transparan dari masyarakat agar ada kejelasan resmi: mengapa bangunan yang sudah dinyatakan selesai, bahkan sudah ada pengembalian dana ke negara, namun air tidak bisa dialirkan ke saluran irigasi, pintu klep tidak berfungsi, dan 500 hektar sawah tetap mengering? Para petani tidak sekadar menuntut jawaban, melainkan solusi nyata agar Dam Limpah benar-benar berfungsi sesuai peruntukannya dan menyelamatkan mata pencaharian warga yang telah menderita kerugian puluhan miliar rupiah sejak 2018.

READ  Babinsa Sruni Berperan Aktif dalam Pendampingan Distribusi Bantuan Beras

 

 

Said, Ketua Gapoktan Subur Makmur Desa Mayangan kecamatan gumukmas jember menyampaikan bahwa sejak proyek dinyatakan selesai, tidak ada perubahan berarti bagi para petani bahkan di rasa petani hanya menjadi obyek sebuah usulan proyek

 

“Kami kembali seperti semula, hanya mengandalkan tadah hujan yang hanya memberi kesempatan tanam satu musim dalam setahun. ifupun awal tahun saja sisanya tidak tanam . Padahal lahan ini dulunya adalah lumbung padi yang bisa panen dua hingga tiga kali setahun,” ungkapnya dengan nada kecewa.

 

Kondisi semakin memburuk karena pintu pengeluaran air (dam klep) tidak berfungsi yang ada di pesisir laut dan justru mengalami kerusakan. Akibatnya, air tidak bisa dialirkan ke jaringan irigasi sawah-sawah petani.

 

 

Lanjut Said, “Kami berharap Dam Limpah ini benar-benar berfungsi sesuai peruntukannya, bukan sekadar bangunan yang berdiri tanpa manfaat. Ratusan hektar sawah mengering, petani gagal tanam, dan ekonomi masyarakat terpuruk terus-menerus sejak 2018 hingga sekarang,” tambahnya mewakili keresahan para petani.

 

Sebelumnya, petani sudah Mempersiapkan untuk memperbaiki aliran aliran tersier dan terbukti pemerintah pusat telah menyalurkan program Optimalisasi Lahan (OPLAH) berupa pembangunan dam tersier, normalisasi saluran, serta irigasi perpompaan (IRPOM) senilai sekitar Rp1 miliar bersumber dari APBN Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2025 . Sayangnya, upaya ini pun gagal total karena air tidak mengalir seperti yang petani inginkan dan menambah kerugian negara yang di akibatkan gagalnya proyek , Belum lagi kerugian petani sampai saat ini belum ada yang bertanggung jawab

 

 

 

Sementara Fauzi, perwakilan dari PT Rajendra Pratama Jaya – Jember selaku pemilik kontrak kerja saat di konfirmasi awak media terlihat saling lempar tanggung jawab dengan tim perencana awal dan saling menyalahkan bahwa pekerjaan tersebut sudah sesuai RAB dan sudah di serah terimakan kepada dinas terkait, pihaknya sudah mengembalikan sejumlah kerugian negara bahkan

READ  Merinding Mendengarkan Lantunan Sholawat Yang Dibaca 1000 Relawan LUMAN- MUDAH

dengan nada percaya diri mengatakan sudah di periksa inspektorat, BPK,Polda Jatim, Kejaksaan Tinggi jatim dan Tim ahli dari ITS serta DPRD provinsi jawa timur.

 

,” Kalau yang jebol itu kontruksi lama dan sudah di ganti baru kontruksi panel, saya itu melaksanakan apa yang menjadi tugas kami sesuai yg ada di gambar , untuk lebih jelasnya ke perencananya saja ,” Tegasnya.

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *