Harianmerdekapost.com-Pasuruan,Masyarakat Kabupaten Pasuruan, khususnya wilayah timur dan selatan, segera memiliki akses layanancuci darah yang lebih dekat.
RSUD Grati telah menyiapkan tujuh mesin hemodialisis dan kini tinggal menunggu izin operasional sebelum layanan tersebut dibuka.
Direktur RSUD Grati dr. Dian Arie Setyawati mengatakan, seluruh persiapan untuk layanan hemodialisis terus dilakukan.
Saat ini pihak rumah sakit masih menunggu terbitnya izin operasional yang menjadi salah satu syarat untuk memberikan pelayanan kepada pasien.
“Saat ini kami masih menunggu izin operasional turun. Sambil berjalan, kami juga berkoordinasi dengan BPJS agar ketika izin operasional turun, layanan ini juga bisa memberikan pelayanan kepada peserta JKN,” kata Dian, Rabu (19/8/2026) siang.
Menurutnya, kerja sama dengan BPJS Kesehatan menjadi bagian penting agar layanan hemodialisis dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
Sebab, tanpa kerja sama tersebut, pelayanan yang tersedia nantinya masih terbatas bagi pasien umum.
Karena itu, RSUD Grati berharap izin operasional dapat terbit bersamaan dengan rampungnya kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
“Kami berharap izin operasional turun dan bareng dengan izin kerja sama BPJS, sehingga bisa maksimal memberikan layanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dian menjelaskan, tujuh mesin hemodialisis yang telah tersedia memiliki kapasitas pelayanan yang cukup untuk mendukung kebutuhan pasien.
Secara perkiraan, satu mesin dapat melayani sekitar dua pasien dalam sehari.
Dengan tujuh mesin yang tersedia, kapasitas pelayanan dapat mencapai sekitar 50 pasien dalam satu bulan, menyesuaikan jadwal serta kebutuhan pasien.
Kehadiran layanan itu, kata Dian, sangat penting karena kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan bagi pasien dengan gangguan ginjal, termasuk pasien gagal ginjal yang membutuhkan terapi hemodialisis secara rutin.
Dian menyebut tren kasus gagal ginjal mulai meningkat.
Kondisi tersebut tidak terlepas dari sejumlah faktor risiko, termasuk pola makan, gaya hidup serta penyakit penyerta seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.
“Trennya orang dengan gagal ginjal mulai meningkat. Bisa karena pola makan, gaya hidup, penyakit gula, darah tinggi, itu yang menyebabkan gagal ginjal,” jelasnya.
Karena itu, keberadaan layanan hemodialisis di RSUD Grati diharapkan tidak hanya membantu pasien yang membutuhkan terapi cuci darah, tetapi juga memperpendek akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah sekitar.
Cakupan pelayanan RSUD Grati meliputi sejumlah kecamatan, yakni Grati, Nguling, Lumbang, Winongan, Lekok, Rejoso, Gondangwetan, Tosari dan Puspo.
Selama ini, pasien yang membutuhkan layanan hemodialisis harus mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan yang telah memiliki layanan tersebut.
Dengan hadirnya layanan baru di RSUD Grati, pasien dari wilayah cakupan rumah sakit diharapkan tidak perlu menempuh perjalanan terlalu jauh untuk mendapatkan terapi.
“Kami akan mempersiapkan sumber daya dan fasilitas pendukung sembari menunggu proses perizinan selesai,” ungkap dia.
RSUD Grati kini tinggal menunggu izin operasional dan memastikan kerja sama dengan BPJS Kesehatan dapat segera terealisasi.
Jika keduanya telah terpenuhi, layanan cuci darah diharapkan dapat langsung dimanfaatkan masyarakat…izz






