Gerakan Lumajang Berzakat Santuni 420 Anak Yatim Sekaligus Luncurkan Buletin BAZNAS

Harianmerdekapost.com. Lumajang, Jawatimur.  Semakin tinggi partisipasi warga dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah, semakin luas pula kebaikan yang bisa dirasakan oleh mereka yang memerlukan. Nilai inilah yang diperkuat Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama BAZNAS Kabupaten Lumajang lewat gerakan Lumajang Berzakat. Menyambut bulan Muharam, kegiatan ini menghadirkan penyaluran santunan bagi 420 anak yatim dan yatim piatu dari seluruh 21 kecamatan, yang berlangsung di Pendopo Arya Wiraraja pada Kamis (9/7/2026).

 

Acara ini sekaligus menjadi momen peluncuran Buletin BAZNAS Kabupaten Lumajang, sebagai upaya menanamkan kebiasaan berbagi sekaligus menyadarkan masyarakat: zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, melainkan kekuatan sosial yang nyata untuk meringankan beban sesama.

 

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan bulan Muharam sebagai waktu mempertegas kepedulian lewat zakat, infak, dan sedekah, agar semakin banyak warga yang terbantu.

 

“Semoga adik-adik sekalian kelak tumbuh menjadi pribadi berakhlak mulia, generasi yang tangguh, sehat, tekun belajar, meraih kesuksesan pendidikan, serta menjadi anak yang saleh dan salehah,” ujarnya saat menyerahkan santunan secara simbolis.

 

Menurut Bupati, kepekaan sosial yang tumbuh lewat zakat adalah cerminan asli semangat gotong royong khas Lumajang. Semakin besar dukungan warga dalam menunaikan kewajiban zakat, semakin luas pula ruang untuk membantu anak yatim, keluarga kurang mampu, dan kelompok rentan lainnya.

 

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang M. Nur Sjahid menyampaikan bahwa penghimpunan dana zakat di daerah ini terus menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun. Peningkatan ini menjadi dasar kuat untuk memperluas cakupan program sosial, pendidikan, kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

“Lewat gerakan Lumajang Berzakat hari ini, kami menyalurkan bantuan kepada 420 anak yatim dari 21 kecamatan. Kami berharap semakin banyak warga yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, sehingga kebaikannya bisa dirasakan oleh lebih banyak lagi yang membutuhkan,” ungkapnya.

READ  Kemenkumham Sukses Pertahankan Predikat Badan Publik Informatif.

 

Selain santunan, peluncuran Buletin BAZNAS juga bertujuan menjadi sarana informasi perkembangan program, tata kelola dana, serta berbagai kegiatan pemberdayaan yang telah dijalankan. Langkah ini diharapkan semakin memperkokoh transparansi dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan dana melalui lembaga resmi.

 

Pemerintah Kabupaten Lumajang dan BAZNAS berharap semangat berbagi tidak berhenti saat bulan Muharam saja, melainkan tumbuh menjadi budaya gotong royong yang abadi. Semakin banyak warga yang berpartisipasi, semakin besar pula dampak kebaikan yang akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Lumajang.

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *