Ibu Mela Rusdi Mengapresiasi PUSPITARUM ,Tarian Khas Kabupaten Pasuruan 

Harianmerdekapost.com- Pasuruan,-Dinas pendidikan kabupaten Pasuruan menggelar “Gebyar Budaya Bhumi Pasuruan” di wisata air panas Wong Pulungan. Acara yang menampilkan beberapa tarian dan kesenian tradisional ini dimulai pada Jam 16:00 dengan dibuka dengan penampilan tarian sendra tari kidung lembah Arjuna. Minggu (28-06-2026)

Acara yang menampilkan Mahakarya PUSPITARUM (Tari Puspitarum adalah seni tari kreasi baru khas Kabupaten Pasuruan). Tari selebrasi yang diikuti 1000 penari dari sanggar sanggar yang ada di Pasuruan ini juga diikuti penari dari murid-murid sekolah SMP.

Acara yang dihadiri ini Bupati ini juga dihadiri oleh wakil ketua DPRD,kepala dinas pendidikan ibu Tri Krisni Astuti, S.Sos, M.M.

Dalam sambutannya drg. Hj. Merita Ariestya Yudi, yang akrab disapa Ny. Mela Rusdi menyampaikan apresiasi setinggi tingginya atas lahirnya Tari Puspitarum tersebut.

Perlu diketahui tari kolaboratif (kolosal ) Puspitarum dari Kabupaten Pasuruan secara resmi telah terdaftar dan mendapat perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dari Kementerian Hukum dan HAM pada 22 Juni 2026.

Acara dilanjutkan pada malam hari dengan disajikan kesenian tradisional dengan menampilkan kesenian tradisional tarian kuda lumping atau yang dikenal jaranan dari sanggar budaya Turonggo Seto Kinasih yang dipimpin Gus Kholil.

Gerakan tariannya orang menaiki  kuda dari bambu dengan hentakan kaki sambil diiringi suara nyaring dari pecut ( cemeti) dan musik gamelan serta terompet khas jawa.

Acara kesenian tradisional jaranan ini sangat digemari masyarakat Pasuruan. Nampak ratusan penonton yang memadati acara pagelaran seni tradisional jaranan dari sanggar Turonggo Seta Kinasih.

Kesenian Jaranan (kuda lumping) ini menyajikan perpaduan Seni tari yang dibarengi narasi cerita dari zaman dahulu dengan suasana yang mistis, saling bersahutan terompet Jawa dan suara pecut yang nyaring dengan bunyi gamelan disertai kendang kempul.

READ  PDDI Berkolaborasi dengan RSUD Bangil Melaksanakan Kegiatan Donor Darah 

Nampak beberapa penonton melihat dengan wajah merinding. Kesenian jaranan yang berakhir pukul 22:30, membuat penonton puas.

Kepala desa Kepulangan Didik yang didampingi sekretaris desa nya menyampaikan, sangat mengapresiasi dengan pemerintah daerah yang mengadakan gebyar budaya Bhumi Pasuruan inj, kesenian tradisional ini harus dilestarikan. Lahan Wisata air panas Wong Pasuruan selalu terbuka untuk pagelaran kesenian tradisional…izz

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *