Akibat Carut Marut Tambang Pasir Galian C Bawah Gladak Perak, Terjadi Laka Tunggal Truk Jatuh Ke Jurang   

Harianmerdekapost.com, Lumajang, Jawatimur. Sebuah insiden kecelakaan melibatkan kendaraan angkutan pasir jenis dump truk terjadi di lokasi galian C bawah Gladak Perak, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Peristiwa ini menyita perhatian setelah rekaman video momen kejadian beredar luas di media sosial pada Rabu (25/6/2026) siang .

 

 

 

Kronologi awal kecelakaan tunggal akibat as patah akibatkan truk jatuh ke tebing dibawah jembatan Gladak perak lumajang di akibatkan Truk tidak kuat menanjak as roda putus meluncur ke tebing beruntung sopir berhasil melompat sebelum truk jatuh ke tebing

 

 

Risiko keamanan berulang, sebelumnya ada korban jiwa Masalah keselamatan di kawasan ini dinilai semakin mengkhawatirkan mengingat pada bulan yang sama ( 20 Juni 2026) telah terjadi insiden mematikan. Seorang penambang manual meninggal dunia setelah tersembur material pasir sekunder Semeru yang bersuhu tinggi. Korban menderita luka bakar mencapai 80 persen di seluruh tubuh dan tidak tertolong nyawanya meski sudah mendapatkan penanganan medis.

 

,” kecelakaan Lur, Dump Truk jatuh dari tebing di bawah gladak perak , Sopirnya aman melarikan diri,” Ucap seorang warga dalam video.

 

Sebelumnya, lokasi tambang di bawah gladak perak ditemukan banyak pelanggaran aturan di lokasi yang sama

Selain masalah keselamatan, di lokasi penambangan bawah Gladak Perak juga terungkap sejumlah aktivitas yang diduga menyimpang dari ketentuan yang berlaku. Di antaranya,

Melebihi jam operasional yang ditetapkan – Kegiatan penambangan sering berlangsung hingga malam hari melebihi batas waktu yang diizinkan, sehingga mengurangi tingkat pengawasan dan meningkatkan risiko kecelakaan serta adanya dugaan penggunaan BBM bersubsidi – Beredar informasi bahwa sejumlah pengelola tambang menggunakan solar subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat umum dan sektor usaha kecil, bukan untuk kegiatan usaha pertambangan komersial.

READ  K.H. Mujib Imron Mendadak Dipanggil DPP PKB Ke Jakarta

Masalah pungutan liar juga masih ada Belum selesai dengan berbagai pelanggaran tersebut, muncul pula keluhan dari para pengemudi dan warga bahwa di jalur menuju lokasi tambang wilayah kawasan hutan, masih terjadi dugaan praktik pungutan liar. Pungutan ini diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang disebut sebagai preman desa tanpa memberikan bukti pembayaran yang sah.

 

Sementara itu Salah satu warga sekitar Yang enggan di mediakan namanya berharap pemerintah lebih memprioritaskan pengawasan terhadap aktifitas tambang yang selama ini melanggar aturan.

 

“Kami sudah melihat banyak kejadian buruk di sini, mulai dari dugaan pengrusakan wilayah hutan banyak pohon tumbang di keruk alat berat tambang , sampai ada yang meninggal dunia. Belum lagi ada pungutan liar dan aturan yang seolah tidak berlaku. Kami berharap pemerintah dan aparat segera bertindak tegas. awasi jam operasi, hentikan penyalahgunaan BBM, dan bubarkan praktik pungli yang meresahkan. Jangan sampai menunggu ada korban lagi baru ditangani. Tambang harus berjalan tertib, aman, dan tidak merugikan warga sekitar,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *