Di Kaki Semeru, Grebeg Suro Jadi Pengingat Hubungan Manusia dan Alam

Harianmerdekapost.com. Lumajang, Jawatimur. Tradisi Grebeg Suro di Sumbermujur adalah warisan budaya yang terus dijaga sebagai wujud rasa syukur sekaligus pengingat menjaga sumber air dan lingkungan. Tradisi ini bukan sekadar seremonial, melainkan ruang pembelajaran sosial yang menghubungkan kearifan lokal dengan tantangan masa kini.

 

Seluruh lapisan masyarakat—termasuk generasi muda—terlibat aktif secara gotong royong. Di balik makna budayanya, tradisi ini menumbuhkan kesadaran kolektif merawat alam tanpa aturan kaku, melalui pewarisan turun-temurun. Nilainya selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, sangat relevan menghadapi perubahan iklim dan ancaman ketersediaan air.

 

Puncak acara berupa arak-arakan gunungan dan doa bersama, yang tidak hanya berbagi hasil bumi, tetapi juga menanamkan pesan utama: menjaga air dan alam adalah tanggung jawab bersama, sekaligus bagian dari jati diri yang harus terus diwariskan.

 

 

Kepala Desa Sumbermujur, Yayuk Sri Rahayu, mengatakan Grebeg Suro merupakan warisan budaya yang terus dijaga masyarakat sebagai bentuk rasa syukur sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga sumber air dan lingkungan.

 

 

“Tradisi ini bukan hanya tentang budaya, tetapi juga tentang kesadaran bersama untuk menjaga sumber kehidupan. Melalui Grebeg Suro, masyarakat diajak untuk terus merawat lingkungan dan menghargai warisan yang telah dijaga oleh para leluhur,” ujarnya.

 

Pernyataan tersebut menggambarkan makna yang lebih luas dari sebuah tradisi. Grebeg Suro tidak berhenti sebagai peristiwa budaya, melainkan menjadi ruang pembelajaran sosial yang menghubungkan nilai-nilai kearifan lokal dengan tantangan masa kini.

 

READ  Layanan Cepat Bayar Pajak Kendaraan Samsat Kabupaten Bekasi Warga Menyambut Antusias

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *