Pemdes Winong Gelar Giat Bimbingan Teknis Penyembelihan Hewan Qurban

Harianmerdekapost.com, Pasuruan – Hari raya Idul Adha bisa juga disebut hari raya qurban karena banyak sosok mukminin yang memotong hewan qurban, yang secara mayoritas dipasrahkan atau amanatkan kepada panitia pelaksana hewan qurban baik di masjid atau musholla terdekat .
Berkait dengan perihal tersebut dan Hari Raya Idul Adha tinggal menghitung hari, maka pada hari rabu tanggal (21-05-2026) Pemdes Winong kecamatan Gempol kabupaten Pasuruan gelar giat Bimbingan Teknis Penyembelihan hewan qurban sebagai satu bentuk peran pemerintah untuk memberikan pembinaan tentang pelaksanaan penyembelihan hewan qurban yang sesuai tata nilai syar ‘i sebagai edukasi kepada panitia pelaksana hewan qurban yang ada di wilayah desa Winong.

Giat tersebut dilaksanakan di pendopo kantor desa Winong dan dimulai jam 19.00 wib -selesai. Sedang para pihak yang hadir antara lain Ustadz Lukman Hakim selaku Narasumber, pendamping lokal desa, Kepala desa Winong beserta perangkat, Ketua BPD beserta anggota, pengurus takmir masjid dan musholla SE desa Winong.

Dalam sambutan singkat yang disampaikan oleh kepala desa Winong Bapak Amiril Mukminin beliau menyampaikan bahwa atas nama pemerintah desa menyelenggarakan giat Bimbingan Teknis tentang penyembelihan hewan qurban ini dasar tujuannya adalah supaya panitia pelaksana penyembelihan hewan qurban baik di masjid atau musholla betul-betul sesuai dengan tata nilai syar ‘i bagi sebagian yang kurang memahami sebagai satu bentuk edukasi tapi bagi yang sudah memahami sebagai bentuk pencerahan. Tuturnya!!

Oleh karena itu kami mengundang bapak sekalian untuk hadir pada pertemuan malam hari ini kami minta dengan segala rendah hati untuk mendengarkan dan memperhatikan betul segala hal yang disampaikan oleh Narasumber. Jelasnya!!.

Pada saat sesi penyampaian materi yang disampaikan oleh Ustadz Lukman hakim dari Karang Bangkal desa Karang Rejo dengan menggunakan sarana slide projector, materi tersampaikan dengan runtut dan jelas serta menggunakan methode dialogis,para mujtamiin mendengar dan mengikuti dengan antusias penuh keseriusan.Dan pada saat sesi tanya jawab bak gayung bersambut terjalin interaksi dua arah. Acara diakhiri dengan pembacaan doa penutup. ( Budhi H).

READ  Pencerahan Tentang Bahaya Narkoba Ala Pemdes Randupitu Bersama Da'i muda Gus Romi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *