Harianmerdekapost.com – Sumenep, Madura, Jawa Timur – Balutan nuansa sakral dan hangatnya kebersamaan menyatu indah dalam prosesi ngunduh mantu putra Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, yang berlangsung di kediamannya di Desa Tambaagung Tengah, Kecamatan Ambunten, Minggu (05/04/2026). Sejak pagi, aliran tamu undangan terus berdatangan, menghadirkan atmosfer penuh keakraban yang begitu terasa hingga ke setiap sudut acara.
Momen istimewa ini menjadi penanda kebahagiaan keluarga besar atas pernikahan Mohammad Howailid Arifin dengan Mutmainnah. Kedua mempelai tampil anggun dan bersahaja, menyambut para tamu dengan senyum hangat, seolah menjadi simbol awal perjalanan baru yang penuh harapan.
Tak sekadar resepsi keluarga, acara ini menjelma menjadi ajang silaturahmi akbar para tokoh penting daerah. Hadir di tengah-tengah suasana penuh kehangatan itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, didampingi Wakil Bupati KH. Imam Hasyim. Turut pula Sekretaris Daerah, Agus Dwi Saputra, jajaran Forkopimda, Kapolres dan Dandim Sumenep, para kepala dinas, hingga Ketua Pengadilan Agama.
Kehadiran tokoh agama kharismatik seperti Kiai Ali Fikri dan KH. Abuya Busyro Karim semakin menambah kekhidmatan suasana, menghadirkan doa-doa yang mengalir lirih namun penuh makna bagi kehidupan rumah tangga kedua mempelai.
Dalam sambutannya, H. Zainal Arifin tak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukurnya. Dengan suara yang hangat dan penuh ketulusan, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu yang telah hadir.
“Alhamdulillah, acara ini bisa berjalan lancar. Kehadiran Bapak Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, serta seluruh undangan adalah kehormatan besar bagi kami. Terima kasih atas doa restu yang diberikan kepada anak kami,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar seremoni, ia menitipkan doa dan harapan mendalam agar putranya dan sang menantu mampu menapaki kehidupan rumah tangga dengan penuh keimanan dan kebahagiaan.
“Semoga keduanya menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah, serta membawa keberkahan bagi masyarakat Sumenep,” tuturnya penuh harap.
Sepanjang acara, suasana kekeluargaan begitu terasa. Tamu undangan larut dalam obrolan hangat, menikmati hidangan khas yang tersaji, sembari mempererat tali silaturahmi. Tawa ringan dan sapaan akrab menjadi bukti bahwa momen ini bukan hanya tentang pernikahan, tetapi juga tentang memperkuat ikatan sosial.
Lebih dari itu, kehadiran para pemimpin daerah dan tokoh masyarakat dalam satu ruang yang sama menjadi cerminan harmoninya hubungan antar elemen di Bumi Sumekar—sebuah potret kebersamaan yang tak hanya indah dipandang, tetapi juga bermakna dalam menjaga persatuan dan kebersamaan.(*)






