Warga Gotong Royong Normalisasi 1700 Meter Sungai Irigasi Dusun Nglawang Watukosek Gempol 

Harianmerdekapost.com-Pasuruan,- Kondisi sungai irigasi di wilayah dusun Ngelawang,desa Watukosek kecamatan Gempol saat ini sangat memprihatinkan. Pendangkalan dan penyempitan sungai yang mengakibatkan banjir tiap tahun tanpa ada penanganan berarti .

Dari semula memiliki lebar sekitar empat meter dengan kedalaman tiga meter, kini menyempit menjadi hanya sekitar dua meter dengan kedalaman setara mata kaki.

Tak adanya penanganan yang optimal mengakibatkan pendangkalan dan penyempitan sungai membuat aliran air tidak lagi optimal.

Aliran sungai yang terhubung hingga anak Sungai Brantas di Desa Carat pun kerap tersendat.

Saat hujan deras turun, debit air meluap dan menggenangi permukiman warga, bahkan hingga ketinggian yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Melalui swadaya, normalisasi sungai sepanjang 1.700 meter dilakukan untuk mengatasi persoalan yang selama ini terus berulang setiap musim hujan.Inisiatif normalisasi diprakarsai oleh salah satu warga, Anjar Supriyanto.

Ia mengaku tidak ingin kondisi tersebut terus dibiarkan tanpa solusi.

“Setiap musim hujan pasti banjir. Sungainya sudah dangkal dan sempit, jadi tidak mampu menampung air. Kalau menunggu terus, kasihan warga,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Normalisasi dilakukan dengan pengerukan dasar sungai sekaligus pelebaran alur guna mengembalikan fungsi saluran irigasi.

Proses pengerjaan menggunakan alat berat dan dibiayai secara mandiri tanpa melibatkan anggaran pemerintah.

Menurut Anjar, langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar sekaligus menjawab kebutuhan mendesak warga.

“Daripada menunggu terlalu lama tanpa kepastian, kami berinisiatif memperbaiki semampunya. Harapannya bisa mengurangi banjir,” katanya.

Dia mengaku kewenangan normalisasi itu ada pemerintah provinsi.

Selama ini, kata dia, warga sudah mengadu ke Desa, Pemerintah Daerah untuk menyambungkan keluhan ini ke provinsi

“Tapi menunggu bertahun-tahun tidak ada kepastian, sehingga kami memutuskan untuk bergerak mandiri,” tambahnya.

READ  Wawancara Eksklusif Dengan Kevin Valerian Pemain Akademi Nusantara United FC U-20 Asal Pasuruan

Upaya ajakan gotong royong disambut baik oleh warga setempat. Karena selama ini, mereka mengaku hanya bisa pasrah setiap kali banjir datang karena belum ada penanganan yang maksimal.

“Sudah lama seperti ini. Kalau hujan deras pasti banjir. Sekarang ada yang bergerak, kami sangat terbantu,” ujar Ani, salah satu warga.

Normalisasi sungai ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir bandang, sekaligus mengembalikan fungsi aliran air agar lebih optimal…izz

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *