Sosialisasi Pendidikan Politik Dan Etika Budaya Politik Pada Pemilih Pemula

Harianmerdekapost.com, Pasuruan, Jatim – Sosialisasi pendidikan politik ini dibuka langsung oleh Asisten satu pemerintahan Bapak Diano Vela Fery Santoso, dalam sambutannya menyampaikan agar ditahun politik ini masyarakat tidak terjebak dalam isu-isu yang tidak jelas, serta membangun kebersamaan dalam menjaga kondusifitas daerah. Juga berharap peserta yang hadir ini para awak media, NGO dan beberapa tokoh masyarakat untuk bisa menyampaikan ke lainnya untuk menjadikan pemilu ini menjadi pemilu yang berkualitas.

Acara berikutnya sambutan Kadis Bakesbangpol Kab. Pasuruan Eddy Supriyanto dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa acara ini diselenggarakan bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pendidikan politik bagi pemilih pemula untuk ikut partisipasi dan berperan aktif dalam agenda politik di tahun 2024 serta mengkondisikan agar dalam pelaksanaan tetap kondusif dan aman ” ujarnya (hotel royal Senyiur Prigen, 30-10-2023)

Pemateri pertama Ismail Macky yang dikenal sebagai politikus muda dan seorang ketua NGO, menjelaskan bahwa dalam sistem negara demokrasi, politik itu sebenarnya untuk dibatasi ( Kekuasaan), tidak absolut seperti sistem Kerajaan. Seperti yang dengungkan Aristoteles dengan Trias politica, kekuasaan negara dibagi menjadi tiga , yakni Eksekutif, Yudikatif dan Legislatif.

Pemateri kedua Lujeng Sudarta direktur Pusaka ( Pusat studi advokasi dan Kebijakan) menjelaskan bahwa dalam kontek pilkada,pileg pilpres maupun pilihan lainnya ada beberapa kategori tipe pemilih…
1. Pemilih yang hanya untuk ikut partisipasi sebagai kewajiban.
2. Pemilih Oportunis karena dibayar
3. Pemilih yang idealis ideologi
4. Pemilih realistis, kritis dan rasional..
Begitu juga niatan orang menjadi anggota dewan beda beda ..
1. Ingin menjadikan pekerjaan
2. Ingin mengangkat kehormatannya
3. Dan juga ada yang karena idealis ideologi nya…tambah Lujeng.

Dalam kesempatan lainnya Bapak Ketua DPRD H.Sudiono Fauzan menjelaskan bahwa peserta sosialisasi pendidikan politik ini diharapkan bisa menyampaikan ke masyarakat luas terutama pada pemilih pemula arti dari politik dan etika budaya politik. Juga harus ada pencerahan pada pemilih pemula saat ini, dengan sistem pemilu seperti ini ,siapa yang berduit mempunyai kesempatan besar menjadi anggota dewan. Sepandai, seidelais apapun kalau tidak punya modal maka harapan nya sangat tipis untuk lolos. Jadilah pemilih yang kritis….izz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *