Perkuat Ekonomi Kerakyatan, DPRD Sumenep Dorong KDMP Berbasis Potensi Desa

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, DPRD Sumenep Dorong KDMP Berbasis Potensi Desa

Harianmerdekapost.com – Sumenep, Madura, Jawa Timur – Program penguatan koperasi di tingkat desa melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Hairul Anwar, menegaskan bahwa koperasi tidak semata berorientasi pada keuntungan ekonomi, melainkan juga memiliki fungsi sosial yang sangat penting bagi masyarakat desa.

Menurutnya, koperasi desa dapat menjadi instrumen utama dalam membangun perekonomian dari tingkat bawah, dengan memaksimalkan potensi lokal yang dimiliki masing-masing desa.

“Peningkatan ekonomi melalui desa sangat tepat, karena potensi tiap desa berbeda. Koperasi harus menyesuaikan dengan potensi yang dimiliki desa tersebut,” ujar Hairul, Selasa (17/3/2026).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan bahwa pengembangan koperasi harus berbasis pada karakteristik desa. Desa dengan potensi pertanian, misalnya, perlu mengembangkan koperasi berbasis sektor pertanian. Hal serupa juga berlaku bagi desa dengan potensi perikanan, perkebunan, maupun sektor lainnya.

Dengan pendekatan tersebut, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat desa. Ia menilai, peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat serta dukungan anggaran yang memadai.

“Jika ingin ada perubahan, tentu harus ada kebijakan yang berpihak kepada rakyat dan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” tegasnya.

Hairul menambahkan, upaya mensejahterakan rakyat merupakan tujuan utama negara sejak awal berdiri. Karena itu, program penguatan koperasi desa dinilai sejalan dengan upaya mewujudkan kesejahteraan secara merata.

Ia optimistis, jika program koperasi dijalankan di setiap desa dengan pengelolaan yang baik, maka pembangunan akan semakin merata dan taraf hidup masyarakat akan meningkat.

“Sekitar 74 persen penduduk Indonesia bekerja sebagai petani, nelayan, dan pekebun. Maka program koperasi harus disesuaikan dengan kondisi dan potensi desa,” jelasnya.

READ  Maksimalkan Program Pawon Urip, Babinsa Wonokerto Bersama Warga Manfaatkan Lahan Pekarangan

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi desa sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelolanya. Pengurus koperasi dituntut memiliki kemampuan manajerial yang memadai agar koperasi dapat berjalan optimal dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

“Pengelolaan koperasi harus diimbangi dengan kualitas SDM pengurusnya agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *