Pembangunan Pasar Agropolitan Lumajang Gunakan tenaga kerja luar kota,Warga Senduro Kecewa

Harianmerdekapost.com Lumajang .Jatim – Proyek Pembangunan Pasar Agropolitan yang di rencanakan untuk rest area dan penjualan hasil tani warga sendiri dan sekitarnya di keluhkan warga sekitar pasalnya tenaga kerja yang di gunakan dalam pelaksanaan tersebut mendatangkan dari luar daerah kabupaten Lumajang dengan tenaga kerja 50 orang lebih sedangkan tenaga kasar dari kabupaten Lumajang Hanya beberapa saja. Selain keluhan warga terkait banyaknya pekerja dari luar kota , keluar masuk kendaraan proyek membuat jalan umum menjadi kotor dan membahayakan pengendara karena licin tanah basah.

Program pemerintah yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2023 sebesar Rp. 57.761.466.000, 00. Dengan penyedia jasa PT. Rajendra Pratama Raya dari kabupaten Jember Yang dikabarkan akan rampung pada September 2024 mendatang.

Saat awak media akan lakukan konfirmasi kepada pelaksana proyek, beberapa awak media mendapat perlakuan tidak menyenangkan oleh satpam tidak diperbolehkan masuk dan di larang foto foto pekerjaan Yang sedang berlangsung, akhirnya beberapa awak media melakukan investigasi dan konfirmasi kepada pekerja yang sedang ada di luar pagar dan memberikan konfirmasi bahwa pekerja lebih banyak dari luar kota

” iya pak dari Jember, 50 orang lebih, kalau total semua pekerja saya tidak tahu ,” ucap pekerja yang tidak mau sebut namanya.

AZ (Initial) Salah satu warga dusun jurang langak desa Senduro mengeluhkan tidak adanya kepedulian pelaksana proyek kepada warga sekitar pasalnya saat dirinya melamar pekerjaan tidak di terima, sedangkan dirinya yang memiliki dua orang anak tidak memiliki pekerjaan atau menganggur. Dirinya berharap supaya di pekerjakan dalam pembangunan pasar tersebut.

“,saya melamar ke proyek tidak di terima pak, saya sekarang tidak memiliki pekerjaan sedangkan pekerja banyak yang di datangkan dari luar kota. meskipun gajinya Rp 75.000, per hari saya mau. tetangga saya ada yang kerja di sana tapi kemarin ada yang di rumahkan, di ganti dari luar kota. Kami berharap warga yang ada di sekitar sini di pekerjakan paling tidak separuh lah dari kebutuhannya “, harapnya.

Sementara itu Arsyad Subekti, ketua LSM Ampel menyesalkan atas kebijakan pelaksana terkait pekerja di datangkan dari luar kota Lumajang, harapnya warga sekitar di berdayakan supaya ekonomi di sekitar menjadi meningkat, mengurangi pengangguran dan pemerintah daerah dalam hal ini harus ikut serta memfasilitasi warganya.

,” Sangat di sesalkan saat pembangunan yang bersumber dari APBN dengan nilai puluhan miliar dalam hal ini tidak memberdayakan warga sekitar, Seyogyanya pemerintah dalam hal ini forkopimca bisa memfasilitasi warga lokal untuk bekerja di sana guna mengurangi angka pengangguran. Tidak ada larangan pekerja dari luar kota karena terkait keahlian tertentu namun dalam hal ini untuk pekerja kasar pun di datangkan dari luar kota. Kami berharap pelaksana pembangunan pasar agropolitan bisa memfasilitasi pekerja lokal,” tegasnya (AN).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *