Kritik Dengan Teatrikal, Kenapa Hanya Penimbun BBM Subsidi yang Dipersalahkan?

Harianmerdekapost.com, Pasuruan, Jatim – Sudah menjadi berita viral, putusan kasus BBM subsidi yang menetapkan tiga orang terdakwa menuai kritikan oleh masyarakat Pasuruan. Putusan Pengadilan Negri Pasuruan menetapkan tiga orang terdakwa bersalah dan mendapat hukuman 7 bulan penjara dan denda Rp 100 juta.

Dan dari putusan itulah beberapa elemen masyarakat melakukan kritikan terhadap keputusan tersebut, kritikan tersebut dilakukan didepan kantor Kejaksaan Negri Pasuruan dengan melakukan teatrikal. Dalam pertunjukan teatrikal ini menggambarkan tiga orang yang berperan sebagai eksekutor. Dan satu berperan sebagai Bos besar.(19-12-2023).

Kemudian ketiga eksekutor ini diberi sejumlah amplop dan pakaian dalam oleh seorang yang memerankan seperti bos besar. Lalu mereka semua diberikan kemenyan dan menaburkan sejumlah bunga kepada tiga eksekutor tersebut.

Saat ditemui awak media Lujeng mengatakan “Ini merupakan bentuk kritik dengan seni dan sosial, atas ketidak puasan masyarakat terhadap vonis yang diberikan oleh tiga mafia BBM Subsidi. Kami melihat Ini belum memberikan rasa keadilan dan jelas sangat merugikan masyarakat lainnya, karena subsidi itu tentunya untuk masyarakat, bukan untuk mafia BBM,” jelas Lujeng Sudarto, salah satu masyarakat yang memerankan teatrikal, Selasa (19/12/2023).

Kasus ini tidak mungkin berdiri sendiri, kenapa yang menjadi terdakwa hanya penimbun yang bersalah, kenapa pensuplai dan pembeli tidak.”Ini kita sangat prihatin, tidak ada rasa keadilan bagi masyarakat kecil yang seharusnya mendapatkan BBM subsidi. Kita meminta kepada penegak hukum agar tidak ada transaksional dalam melakukan penegakan hukum,” Kalau hukum sudah ditansaksionalkan maka disitu ketidak adilan akan muncul”, tambahnya.

Lujeng juga mengatakan bahwa ini bentuk kritik untuk terus mensuport para penegak hukum di wilayah Pasuruan. Bahkan tak hanya kasus terkait mafia BBM melainkan kasus lainnya seperti tindak pidana korupsi juga harus di tegakkan. (izz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *