Kepala DKPP Sumenep Ajak Pemuda Kembangkan Sektor Pertanian

Berita, Daerah917 Views

Harianmerdekapost.com – Sumenep, Madura, Jawa Timur – Diera modern seperti saat ini, minat generasi muda untuk terjun di bidang pertanian semakin banyak berkurang, banyak dari mereka yeng memilih bekerja industri dan supermarket Dibanding bercocok tanam.

Turunya minat generasi muda untuk menggeluti sektor pertanian bukan tanpa alasan, selain karena perkembangan tektnologi yang cukup pesat, pekerjaannya yang sangat berat dengan daya beli hasil pertanian yang cukup rendah menjadi alasan pemuda enggan menjadi petani.

Menyikapi persoalan tersebut, Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto mengajak seluruh generasi muda untuk kembali mengembangkan sektor pertanian guna meneruskan tradisi leluhur dalam menjadi aktor menjaga ketahanan pangan.

Menurut Arif Firmanto, menjadi seorang petani tidak selamanya dianggap kolot, diera digital saat ini menjadi seorang petani tentu harus mengikuti perkembangan. Bagaimanapun, petani adalah tombak pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan pangan.

Apalagi, di Indonesia petani sangat berperan penting untuk kemaslahatan ekonomi bangsa. Sehingga, petani harus beradaptasi dengan teknologi dalam bentuk inovasi.

Arif kemudian menjelaskan, saat ini telah ada mekanisme pertanian modern. Ia percaya hal itu dapat mengubah stigma negatif pemuda yang selama ini melekat pada profesi seorang petani.

“Bertani telah menjadi sebuah kebiasaan baru di negara-negara besar. Tentu, mereka tak lagi bertani secara tradisional, mereka telah menerapkan mekanisme pertanian secara modern dengan memanfaatkan teknologi,” kata Arif, Kamis, 16 Maret 2023.

Kepala DKPP Sumenep itu optimis, proses pengenalan teknologi pertanian secara perlahan dapat mengubah mindset pemuda, khususnya di Kabupaten Sumenep.

Arif juga ingin membuktikan bahwa bertani bagi kaum milenial bukanlah hal yang harus ditakutkan lantaran menganggap upah yang akan didapat sangat kecil.

“Jadi tidak perlu takut untuk bertani, sebab di era moderenisasi seperti saat ini para petani akan dibantu dengan teknologi yang dapat meringankan kinerja seorang petani,” tegas Arif Firmanto. (*/Nri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *