BPOM Manokwari Turut Andil Dalam Pelestarian Ekosistem Mangrove Melalui Gerakan BPOM Net Zero Carbon.

Berita, Daerah, Pemerintah138 Dilihat

Harianmerdekapost.com.,Manokwari Papua Barat – Berlokasi di Telaga Wasti, Sowi IV, Kabupaten Manokwari telah dilaksanakn penanaman mangrove sebanyak 520 bibit oleh BPOM di Manokwari Selasa (31/10/2023)wit.

Hal ini dilakukan demi terwujudnya konservasi ekosistem mangrove. Kegiatan ini merupakan kolaborasi UPT BPOM dan Pemangku Kepentingan Obat dan Makanan dalam mewujudkan Net Zero Carbon di Indonesia.

Badan POM mendukung produksi Obat dan makanan berkelanjutan dengan menginisiasi Gerakan “Industri Obat dan Makanan mendukung BPOM Net Zero Carbon Programme”.

Hal tersebut bertujuan untuk mendorong percepatan implementasi tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan oleh industri obat dan makanan, meningkatkan kolaborasi dengan stakeholder Obat dan Makanan serta mendukung percepatan konservasi mangrove di garis pantai Indonesia.ujar

Kepala Balai POM di Manokwari, Agustince Werimon, S.Farm., Apt saat di temui Wartawan Harianmerdekapost di ruang kerja. memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah terlibat pada kegiatan transformasi BPOM net zero carbon programme, khususnya BPDAS Remu Ransiki yang telah menyediakan bibit mangrove secara gratis serta bekerjasama dengan kelompok tani pecinta mangrove Sowi IV Manokwari.

Kegiatan tersebut dibuka langsung secara resmi oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Barat, Otto Parorongan, S.KM, M.Kes, yang mana dalam sambutannya berharap kegiatan ini dapat memberikan banyak manfaat di masa mendatang, baik untuk konservasi lingkungan hidup, pengembangan ekowisata serta sebagai upaya pelestarian ekosistem mangrove di Manokwari. Kegiatan penanaman bibit mangrove merupakan salah satu upaya untuk mendukung program pemerintah Indonesia guna mewujudkan komitmen net zero carbon atau mengurangi emisi karbon.Kegiatan penanaman mangrove juga dihadiri oleh Asisten II Setda Kabupaten Manokwari, Harjanto Ombesappu, SH serta perwakilan lintas sektor antara lain dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Remu Ransiki, Balai Besar Taman Nasional Teluk Cendrawasih (BBTNTC), perwakilan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari, Kapolesta Manokwari, Akademisi Universitas Papua, perwakilan organisasi profesi dari PC Ikatan Apoteker Indonesia dan PAFI, Pelaku Usaha UMKM, Kelompok Tani Mangrove serta warga Telaga Wasti Sowi IV Kabupaten Manokwari. Warga Telaga Wasti sangat senang dengan kegiatan ini karena dapat membantu melestarikan mangrove di daerah wisata ini.(Amatus Rahakbauw/K).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *