Aksi Gotong Royong Bersihkan Sungai Pelayaran di Desa Krembangan

Harianmerdekapost.com, Sidoarjo, Jawa Timur – Konsorsium CSO Travo, YLBA, Biomag, adupi bersama masyarakat, mahasiswa, dan relawan ikut dalam aksi gotong royong pembersihan Sungai Pelayaran segmen Desa Krembangan, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, pada Minggu, 1 November 2026. Kegiatan berlangsung pukul 07.00 hingga 11.00 WIB dan berhasil membersihkan sungai sepanjang kurang lebih 2 kilometer dengan hasil sekitar 6 ton 300 kilogram sampah.

Aksi ini merupakan bagian dari program Sungai Lestari, yang menggabungkan kolaborasi masyarakat sipil, pemerintah desa, perangkat daerah, dan aparat keamanan untuk menjaga keberlanjutan sungai serta mengurangi risiko pencemaran sampah plastik ke laut dan banjir. Sungai Pelayaran sendiri merupakan bagian dari sistem DAS Brantas dan mengalir melalui kawasan permukiman serta pertanian di Kecamatan Taman.

Kolaborasi Lintas Pihak

Kegiatan diinisiasi oleh anggota CSO Travo, YLBA, Biomagg, dan ADUPI, bekerja sama dengan Pemerintah Desa Krembangan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sidoarjo, PDAM, Koramil, serta Pemerintah Kecamatan dan mahasiswa universitas UNITOMO Surabaya.Peserta membersihkan sampah yang menumpuk di sepanjang bantaran dan badan sungai, termasuk sampah plastik dan material lain yang berpotensi menghambat aliran air.

Kehadiran DLH menjadi penting untuk penanganan sampah hasil pembersihan, sementara PDAM dan Koramil turut memperkuat koordinasi lintas sektor. Pola kolaborasi serupa pernah dilakukan di lokasi yang sama, ketika pembersihan Sungai Pelayaran melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, dan lebih dari 150 peserta.

Hasil Pembersihan

Dalam waktu empat jam, peserta berhasil membersihkan kurang lebih 2 km sungai dan mengumpulkan sekitar 6,3 ton sampah. Volume tersebut menunjukkan besarnya tekanan sampah pada sungai yang berada di area permukiman, sekaligus menegaskan perlunya pengelolaan sampah dari hulu agar tidak kembali mencemari aliran sungai.

READ  Momentum Hari Guru, Darul Hasyim Fath Pulang ke Pendidik yang Membentuknya

Sungai Pelayaran telah lama menghadapi persoalan penumpukan sampah, enceng gondok, dan endapan yang dapat memperparah pendangkalan serta meningkatkan risiko banjir. Kegiatan pembersihan rutin dan partisipatif menjadi salah satu upaya menjaga kapasitas aliran sungai.

Menjaga Keberlanjutan

Inisiator kegiatan berharap aksi ini tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari, melainkan menjadi awal penguatan kebiasaan warga dalam memilah sampah, tidak membuang limbah ke sungai, dan menjaga bantaran sungai secara berkelanjutan. Program Sungai Lestari sendiri mencakup Sidoarjo sebagai salah satu lokasi prioritas penanganan polusi plastik berbasis sungai di Indonesia.

Pihak penyelenggara juga menekankan bahwa kebersihan Sungai Pelayaran merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, lembaga masyarakat sipil, dunia pendidikan, dan warga. Dengan gotong royong yang melibatkan berbagai elemen, diharapkan sungai dapat kembali berfungsi optimal sebagai saluran drainase, sumber irigasi, dan bagian dari ruang hidup masyarakat.

( NK )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *