Parade Juang Surabaya 2026 Kobarkan Semangat Pahlawan, Wariskan Nilai Perjuangan kepada Generasi Penerus

Harianmerdekapost.com, Surabaya, Jawa Timur – Kota Surabaya kembali menjadi saksi semangat kepahlawanan melalui kegiatan Parade Juang dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2026. Mengusung tema nasional “Pahlawanku Teladanku, Melangkah Bersama, Melanjutkan Perjuangan”, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang jasa para pejuang sekaligus menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus bangsa.

Parade Juang mengambil titik pemberangkatan dari kawasan Tugu Pahlawan dan berakhir di Alun-Alun Kota Surabaya. Sepanjang perjalanan, sejumlah titik menjadi pusat kegiatan dan panggung pertunjukan, di antaranya kawasan Siola, depan Gedung Negara Grahadi, hingga Alun-Alun Surabaya.

 

 

Kemeriahan kegiatan tidak hanya menghadirkan nuansa sejarah perjuangan, tetapi juga menyuguhkan berbagai pertunjukan seni, budaya, dan hiburan yang menggambarkan karakter masyarakat Surabaya yang dikenal berani, tangguh, serta penuh semangat kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang akrab disapa Cak Eri, turut memberikan pandangan melalui wawancara mengenai makna peringatan Hari Pahlawan dan penyelenggaraan Parade Juang. Pesan yang disampaikan menjadi pengingat bahwa perjuangan para pahlawan tidak boleh berhenti sebatas seremoni tahunan, tetapi harus diteruskan melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan Kota Surabaya.

 

Salah satu titik yang menarik perhatian berada di panggung kawasan Gedung Negara Grahadi. Di lokasi ini, kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan Dagelan Humor Plat L yang menghadirkan Cak Suro dan Cak Blangkon sebagai vokalis, diiringi alunan musik dari musisi jebolan Indonesian Idol.

Perpaduan humor khas Jawa Timur dan musik tersebut menciptakan suasana hangat, menghibur, serta mengundang antusiasme masyarakat yang menyaksikan jalannya Parade Juang.

 

Namun, di balik kemeriahan hiburan, terdapat nilai sejarah yang tidak kalah penting. Di sisi kanan panggung Grahadi, tampak kehadiran para anggota TGP (Tentara Genie Pelajar), kelompok pejuang yang memiliki catatan sejarah dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

READ  Sambut Anniversary ke-39 Swiss-Belhotel International,Gelar Aksi CSR Bersama Yayasan Peduli Kanker Indonesia 

 

TGP merupakan bagian dari sejarah perjuangan para pelajar yang dahulu turut berjuang di kawasan Sawahan, Surabaya. Kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil pengorbanan dan perjuangan generasi terdahulu.

 

Dalam kesempatan tersebut, Bu Ina Ariono, salah satu anggota TGP, menjadi narasumber yang memberikan perspektif mengenai keberadaan dan nilai sejarah perjuangan Tentara Genie Pelajar.

Kehadiran para anggota TGP di tengah kegiatan Parade Juang memberikan pesan mendalam bagi generasi muda. Bahwa perjuangan tidak hanya menjadi cerita masa lalu, melainkan warisan nilai yang harus dijaga, dihormati, dan dilanjutkan.

 

Parade Juang 2026 bukan sekadar pertunjukan budaya maupun perayaan tahunan. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara sejarah, seni, budaya, dan generasi lintas zaman.

 

Dari Tugu Pahlawan hingga Alun-Alun Surabaya, semangat perjuangan kembali dihidupkan melalui kebersamaan masyarakat. Surabaya tidak hanya mengenang sejarah pertempuran 10 November 1945, tetapi juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk meneruskan perjuangan melalui pengabdian, persatuan, kepedulian, dan karya nyata.

 

Pahlawanku Teladanku, Melangkah Bersama, Melanjutkan Perjuangan. Semangat kepahlawanan tidak boleh padam, karena perjuangan untuk Indonesia adalah tanggung jawab setiap generasi.

 

( AP/Joe/Red )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *