Rapat Koordinasi dan Implementasi Program Sungai Lestari di Sungai Pelayaran Sidoarjo

Harianmerdekapost.com, Sidoarjo, Jawa Timur – Tim Penggerak Program Sungai Lestari (TKN PSL) menggelar rapat koordinasi dan implementasi Program Sungai Lestari di Sungai Pelayaran, segmen Desa Krembangan dan Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan penanganan sampah sungai secara terpadu untuk menekan kebocoran sampah, khususnya plastik, dari sungai menuju laut.

Program ini berlangsung selama satu tahun ke depan dengan skema pendanaan dari UNDP. Pelaksanaannya dilakukan oleh konsorsium empat organisasi masyarakat sipil (CSO), yaitu Travo, Biomag, YLBA, dan ADUPI, dengan fokus pada pencegahan, pengumpulan, pemilahan, serta pengolahan sampah plastik di sepanjang aliran Sungai Pelayaran. Program ini sejalan dengan upaya nasional mengurangi pencemaran plastik sungai yang menjadi salah satu jalur utama sampah masuk ke laut.

Koordinasi Berjenjang

Dalam rapat, seluruh pihak menegaskan bahwa keberhasilan Program Sungai Lestari sangat bergantung pada koordinasi berjenjang dan kolaborasi lintas sektor. Pelaksanaan program akan melibatkan pemerintah Desa Krembangan dan Tanjungsari, Pemerintah Kecamatan Taman, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, hingga kementerian/lembaga terkait di tingkat nasional.

Pendekatan berjenjang ini dimaksudkan agar penanganan sampah tidak berhenti pada pembersihan sungai, tetapi juga menyentuh pengelolaan sampah dari sumbernya di permukiman, pasar, usaha kecil, dan fasilitas umum di sekitar aliran sungai. Program Sungai Lestari sendiri menempatkan Sidoarjo sebagai salah satu lokasi prioritas nasional dalam upaya pencegahan pencemaran plastik sungai.

Fokus Penanganan Sampah Sungai

Konsorsium CSO akan menjalankan serangkaian kegiatan lapangan yang saling terhubung, meliputi:

Pemetaan titik rawan penumpukan dan masuknya sampah ke Sungai Pelayaran.

Penyediaan serta pengoperasian fasilitas dan peralatan penangkap sampah di sungai.

Pengangkutan, pemilahan, dan pengolahan sampah yang tertangkap agar tidak kembali mencemari lingkungan.

READ  Dandim 0821/Lumajang Hadiri Penutupan TMMD ke-118 

Penguatan kapasitas masyarakat, kader lingkungan, kelompok masyarakat, dan pelaku usaha di sekitar sungai.

Kampanye perubahan perilaku agar warga tidak membuang sampah ke sungai dan membiasakan memilah sampah dari rumah.

Pemantauan, evaluasi, dan dokumentasi hasil penanganan sampah selama satu tahun pelaksanaan program.

Sasaran utama program adalah menekan kebocoran sampah plastik dari Sungai Pelayaran menuju laut, sekaligus membangun sistem penanganan sampah sungai yang lebih tertata dan berkelanjutan. Upaya ini penting karena sampah plastik yang terbawa sungai berpotensi menimbulkan pencemaran perairan, gangguan ekosistem, serta dampak bagi kehidupan masyarakat pesisir.

Komitmen Bersama

Rapat koordinasi menegaskan komitmen bersama antara TKN PSL, UNDP, konsorsium Travo, Biomag, YLBA, dan ADUPI, serta pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjadikan Sungai Pelayaran sebagai contoh pengelolaan sungai lestari. Ke depan, program diharapkan tidak hanya membersihkan sungai, tetapi juga memperkuat kesadaran warga, memperbaiki tata kelola sampah, dan menciptakan kolaborasi jangka panjang antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha.

Dengan pelaksanaan selama satu tahun, Program Sungai Lestari di segmen Desa Krembangan dan Desa Tanjungsari diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam mengurangi sampah plastik di Sungai Pelayaran serta mendukung perlindungan lingkungan sungai dan laut.

 

( NK )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *