GMPK Soroti Pemotongan PIP di SDN Kedungmoro 2 Lumajang , Meminta APH Bongkar Aktor Intelektual.

Harianmerdekapost‎.com, Lumajang , Jawatimur . Menyikapi maraknya pemotongan dana PIP (Program Indonesia Pintar) di beberapa sekolah penerima manfaat dengan banyaknya oknum dengan modus operandi dan alasan merasa berjasa input data nama siswa penerima manfaat dengan terang terangan berdalih bahasa Administrasi bahkan Daftar ulang sering terulang tiap tahun .

 

Seperti Halnya di SDN Kedungmoro 02 Kecamatan Kunir – Lumajang, salah satu sekolah penerima PIP Aspirasi Dewan Diduga diminta membayar Rp. 50 ribu, oleh dua oknum yang mengatasnamakan dirinya koordinator pendataan sampai pencairan dengan tajuk pengganti lelah dan transport ke oknum petugas bahkan mengalir ke oknum guru.

 

Dendik Zeldianto Ketua GMPK (Gerakan Masyarakat Peduli Korupsi) Kabupaten Lumajang meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera bertindak mengungkap tabir dibaliknya dan membongkar pelaku intelektual. menurut Dendik dirasa perlu Kata dia banyak modus dilakukan dengan cara-cara rapi dan elegan serta terstruktur.

‎”Kami sebagai lembaga peduli korupsi perihatin terhadap praktik dugaan pemotongan dana PIP. Apapun dalihnya pemotongan terhadap dana PIP itu tidak dibenarkan dan melanggar undang – undang serta peraturan, termasuk sanksi pidana sesuai KUHP dan UU Tipikor karena dianggap merugikan keuangan negara dan mengambil hak siswa, serta melanggar Permendikbud yang menegaskan dana PIP harus diterima utuh oleh siswa,” tegas Dendik, minggu 18/01/26.

‎”Oleh sebab itu kami GMPK mendesak APH untuk segera mengusut tuntas dugaan pemotongan PIP khususnya di SDN Kedungmoro 2, agar tidak terjadi lagi di lembaga sekolah lainnya. Praktik seperti ini harus dimusnahkan agar tidak mendarah daging menjadi sebuah kejahatan yang sistematis yang dapat merugikan negara,” imbuhnya.

‎Sebelumnya diberitakan, dugaan pemotongan PIP di SDN Kedungmoro 02, sebesar 50 ribu dengan dalih uang lelah dan tanda terima kasih. PIP ini berasal dari aspirasi dewan dan hingga kini dewan yang dimaksud belum memberikan klarifikasinya.

READ  Meriah! Lomba Dangdut Antar ASN Warnai Peringatan Kemerdekaan di Sumenep

‎Informasi dihimpun media, hasil pemotongan diduga mengalir hingga ke internal sekolah. Oknum guru disebut memperoleh jatah uang tunai hingga makanan disediakan oleh tim pendata PIP.

‎Insial ‘AM’ salah seorang oknum tim ahli dewan pembawa program dicatut pelaksana inisial ‘F’. ‘AM’ berdomisili di Kabupaten Lumajang.

‎Sementara ‘F’ mengakui jika dirinya merupakan kordes di Lumajang, dari partai yang dianut sang dewan. Meski, pada dasarnya ‘F’ bertempat tinggal diluar lokasi penyaluran dana PIP.

‎Bocor pesan suara lantang mengingatkan para wali murid, agar tidak lupa menyiapkan uang Rp. 50 ribu jelang pencairan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *