Suka Duka Makelar Tanah di Jalan Setia Budi, Pontianak

Berita, Info252 Views

Harianmerdekapost.com, Pontianak, Kalbar  – Profesi makelar tanah memiliki sisi menarik sekaligus penuh tantangan. Di Jalan Setia Budi, Pontianak, para makelar tanah sering kali berbagi cerita tentang suka duka yang mereka alami dalam menjalani pekerjaan ini.

Suka:

Penghasilan yang Menggiurkan:

Menjadi makelar tanah bisa sangat menguntungkan, terutama jika berhasil menjual properti dengan harga tinggi. Komisi yang diterima dari setiap transaksi bisa mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah, tergantung pada nilai jual tanah.

Relasi dan Jaringan:

Makelar tanah biasanya memiliki jaringan yang luas, mulai dari pemilik tanah, calon pembeli, notaris, hingga pejabat pemerintahan. Relasi ini tidak hanya membantu dalam pekerjaan tetapi juga membuka peluang bisnis lainnya.

Fleksibilitas Waktu:

Banyak makelar tanah yang menikmati fleksibilitas dalam pekerjaan mereka. Mereka dapat mengatur jadwal sendiri, memungkinkan waktu yang lebih bebas dibandingkan pekerjaan kantoran.

Duka:

Persaingan yang Ketat:

Persaingan antar makelar tanah di Pontianak cukup ketat. Setiap makelar harus bersaing untuk mendapatkan klien dan menjual properti. Ini sering kali menyebabkan persaingan harga dan komisi yang ketat.

Resiko Penipuan:

Tidak jarang makelar tanah terjebak dalam masalah hukum karena keterlibatan dalam kasus penipuan atau sengketa tanah. Misalnya, ada kasus di mana makelar tanpa sadar menjual tanah yang ternyata masih dalam sengketa atau bermasalah dalam hal legalitas.

Fluktuasi Pasar:

Pasar properti bisa sangat fluktuatif. Ada masa-masa ketika tanah sangat diminati, namun ada juga saat-saat pasar lesu dan penjualan sulit. Makelar tanah harus siap menghadapi ketidakpastian ini.

Salah satu makelar tanah yang sudah berpengalaman di kancah dunia makelar, Bapak Burhan alias Boan(44), menceritakan dengan mata berkaca-kaca Mengenai pengalamannya selama lebih dari 25 tahun di bidang ini.

“Menjadi makelar tanah memang tidak mudah. Saya pernah mengalami masa di mana tidak ada satu pun tanah yang terjual dalam beberapa tahun. Namun, ketika ada penjualan besar, hasilnya bisa menutupi semua kekurangan selama masa sulit,” ujar nya.

Bapak Burhan/Boan juga menekankan pentingnya kejujuran dan transparansi dalam pekerjaan ini ujar nya.

“Kepercayaan adalah modal utama. Sekali saja kita mengecewakan klien, nama baik kita bisa rusak dan sulit untuk mendapatkan kepercayaan lagi,” tambahnya.

Di tengah segala tantangan, para makelar tanah di Jalan Setia Budi, Pontianak, tetap bersemangat menjalani profesi mereka.

Mereka terus berusaha meningkatkan kemampuan negosiasi, memperluas jaringan, dan selalu memeriksa keabsahan dokumen untuk memastikan transaksi yang aman dan menguntungkan bagi semua pihak.

Cerita Makelar ini mencerminkan realitas dinamis yang dihadapi oleh para makelar tanah, memberikan gambaran menyeluruh tentang sisi positif dan negatif dari profesi tersebut.(kzn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *