Siapa 5 Orang Terpilih sebagai Bacalon Kades Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.

Harianmerdekapost.com, Lumajang Jatim – Menjadi perhatian Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, yang mana Desa Tempeh Tengah begitu banyak calon yang mendaftarkan diri untuk maju sebagai kandidat, tercatat 8 calon yang mendaftar dan mengikuti tahapan demi tahapan yang dilaksanakan oleh para kandidat, dan panitia telah melakukan seleksi yang ketat, sebagai persyaratan bagi semua cakades untuk maju ke tahap berikutnya.

Sebelum penetapan akhir Cakades, ada persyaratan yang harus di ikuti oleh semua calon, yaitu tes tertulis yang bertempat di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kab. Lumajang, karena menurut aturan 8 calon harus dilakukan tes tertulis untuk mencari 5 calon terbaik, dan 3 calon harus gugur.

Ketua Panitia Pemilihan Cakades Tempeh Tengah Hamsali ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa dari hasil tes tersebut ada 5 calon yang masuk yaitu,

“Sesuai hasil penetapan Calon Kades Tph Tgh di Lumajang pada Kamis, 31-8-2023 adalah :

1. Mochamad Mashudi

2. Susi Agustinah

3. Anisah Nurullia.S

4. Rini Wulan Ndari

5. Moh.Mansyur Sah

Maka ke 5 org inilah yg berhak untuk ikut pada putaran berikutnya, yaitu

Pilkades di Desa Tenpeh Tengah

pada, 27-9-2023 akan datang

Demikian Terimakasih”,ujarnya kepada media ini Kamis (31/08/2023) malam.

Ada yang menarik dengan kandidat Cakades kuat yang tidak lolos, Noto juga merupakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Tapal Kuda Nusantara (DPC-TKN) Lumajang, dan Swojo juga Dwi, ketiganya di katakan gugur karena tes tertulis mendapatkan nilai terendah.

Menurut Hamsali ketiganya dianggap gugur karena dari segi usia dan lainya, “yang dimaksud tereleminasi itu adalah seleksi lanjutan di lakukan oleh panitia kabupaten, ya tadi itu hasilnya antara lain penilaian termasuk ijazah, dan penilaian umur, pengalaman kerja, yang terakhir penilaian tes tadi, dan nilai itu di rangkum, karena menurut Perbupnya minimal harus lima calon, karena ada 8 calon akhirnya kita lakukan tes tulis, yang 3 harus gugur tereliminasi mas”,jelasnya.

Disisi lain Noto yang juga Ketua DPC TKN Kabupaten Lumajang dan juga calon Kades yang di gugurkan tidak terima dan ada dugaan bahwa ini semua ada permainan antara Panitia dan calon-calon yang di loloskan, ia akan mempersoalkan hasil tes ini, dan pihaknya akan mengambil langkah setelah bertemu dengan Ketua Umum TKN,”Saya tidak terima kalau di gugurkan dan semua persyaratan dari awal sudah kita ikuti, setelah tes saya langsung keluar dan tidak menanda tangani berkasnya, itu ada dugaan kecurangan baik panitia juga calon-calon yang di loloskan”,katanya dengan nada tinggi.

Lebih lanjut Noto bersama pendukungnya juga Ketua Umum TKN akan mengambil langkah, demi keadilan ini, “kalau panitia mempersoalkan umur kenapa umur, apa di Perbup ada batasan umur, dan terkait lainya, ini sudah jelas tidak fair panitia, yang jelas mereka ada permainan dengan semua ini, agar saya dan Swojo juga Dwi sengaja dijegal dan tidak di loloskan”,ungkapnya Jumat (01/09/2023).

Sementara itu Ketua Umum Tapal Kuda Nusantara (TKN) Prasetyo Eko Karso, bersama timnya akan turun dan segera mengambil langkah terkait Ketua DPC TKN Lumajang yang merasa di curangi dalam proses pencalonanya,”kita akan turun membantu DPC TKN Lumajang, kalau perlu kita akan gugat panitia pemilihan itu, juga panitia Kabupaten itu, jelas disitu ada dugaan kecurangan, sengaja panitia menggugurkan ketiga calon itu”,pungkasnya.(fjr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *