Ketua DPRD Sumenep Nyatakan Siap Bila Harus Duet dengan Achmad Fauzi di Pilkada Mendatang

Berita, Daerah526 Views

Harianmerdekapost.com – Sumenep, Madura, Jawa Timur – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, KH. Abdul Hamid Ali Munir sering disebut sebagai tokoh yang berpeluang maju sebagai salah satu kontestan pada Pilkada 2024.

Bahkan dari beberapa berita yang ramai belakangan ini, politisi senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu termasuk salah satu tokoh yang dipasangkan dengan Bupati Achmad Fauzi sebagai petahana di Pilkada nanti.

Kabar tentang Kiai Hamid bakal mendampingi Achmad Fauzi sebagai calon petahana untuk mewujudkan Bismillah Melayani jilid 2 semakin santer. Ditambah lagi dengan adanya berita yang menyampaikan bahwa salah satu ‘orang pendopo’ sempat menyampaikan bahwa Kiai Hamid masuk dalam daftar nama yang disurvei khusus oleh Bupati Haji Achmad Fauzi Wongsjudo menjelang Pilkada 2024.

“Bisa saja nama-nama yang disurvei itu merupakan tokoh yang dianggap berpotensi menjadi penantang jikalau dirinya nanti nyalon bupati lagi, entahlah semua masih teka teki hanya beliau yang ngerti,” kata orang itu dalam sebuah kesempatan.

Merespon isu tentang dirinya yang dikabarkan masuk bursa dalam pemilihan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sumenep mendatang, Kiai Hamid mengatakan setiap warga memiliki hak yang sama, termasuk dalam politik.

“Tetapi semua tergantung partai politik, saya sebagai kader PKB selalu siap dengan keputusan partai, apapun itu,” kata legislator lima periode itu ketika dihubungi via telepon, Minggu 31 Maret 2024.

Apalagi kata Kiai Hamid, sampai detik ini di internal PKB belum ada pembahasan serius mengenai Pilkada 2024, terlebih pembicaraan yang mengarah pada koalisi partai.

Ditanya kesiapan jika simulasi duet Haji Fauzi-Kiai Hamid benar-benar terwujud menjadi salah satu paslon dalam Pilkada mendatang, dengan tegas dia menjawab siap dengan segenap jiwa raga.

“Tentu siap mewujudkan masyarakat Sumenep yang lebih baik dan yang paling penting tidak merombak tatanan yang sudah ada serta tidak melanggar konstitusi,” tegasnya.

Namun demikian, Kiai Hamid tetap menunggu keputusan partai. Soalnya di PKB stok tokoh yang dinilai layak menjadi kontestan pada Pilkada mendatang masih banyak.

“Yang memiliki hasrat dan keinginan menjadi bupati dan wakil bupati itu banyak, hanya saja pertanyaannya sekarag partainya mau apa ndak,” pungkasnya.(*/Nri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *