Gerakan Pangan Murah, Cara DKPP Tekan Inflasi dan Stabilkan Harga Pangan di Sumenep

Berita, Daerah573 Views

Harianmerdekapost.com – Sumenep, Madura, Jawa Timur – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).

Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diplopori oleh DKPP Sumenep itu akan berlangsung di dua titik lokasi yaitu Kecamatan Batuan dan Kecamatan Kalianget.

Dalam Gerakan Pangan Murah itu DKPP Sumenep menyediakan berbagai macam komoditas pangan dan non pangan pada warga dengan harga terjangkau.

Komoditas pangan yang disediakan mulai dari beras premium, beras medium, gula pasir, minyak goreng, cabai rawit, cabai merah besar, telur ayam ras, bawang merah. Sedangkan untuk komoditas non pangan, dijual pula tissu besar dan tissu kecil.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, Gerakan Pangan Murah (GPM) bertujuan untuk menekan angka inflasi dan stabilisasi harga pangan di Sumenep.

“Ini adalah bentuk kepedulian pemerintah untuk memberikan kemudahan aksesibilitas pangan dengan harga terjangkau dan berkualitas, sehingga mengantisipasi lonjakan harga dan mengendalikan tingkat inflasi di daerah,” ungkapnya, Senin (16/10/2023).

Bupati mengatakan, gerakan pasar murah sangat efektif dalam menstabilkan harga beberapa komoditas yang mengalami kenaikan.

Pihaknya meyakini, dengan pelaksanaan GPM secara masif dapat mengendalikan harga pangan seperti halnya beras yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan.

Oleh karnanya, politisi PDIP itu mangajak semua unsur untuk berkolaborasi dalam menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan.

“Semoga kegitan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto mengatakan, Gerakan Pangan Murah melibatkan berbagai pihak dalam pelaksanaannya, mulai dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sumenep, Bulog Madura, Id Food, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa setempat.

Menurutnya, Gerakan Pangan Murah selanjutnya akan menyasar segmentasi warga di Kecamatan Kalianget.

“Hari ini GPM terlaksana di Kecamatan Batuan. Esok, pada Selasa 17 Oktober 2023, GPM hadir untuk warga Kalianget,” tuturnya.

Lebih lanjut, Arif Firmanto memaparkan Gerakan Pangan Murah menyediakan berbagai macam Komoditi mulai dari beras premium sebanya 3.000 kilogram, beras medium 10.000 kilogram, gula pasir 1000 kilogram, minyak goreng 2.400 liter, cabe rawit 100 kilogram, cabe merah besar 100 kilogram, telur ayam ras 400 kilogram dan bawang merah 400 kilogram, serta tisu besar 5 karton dan kecil 5 karton.

“Kegiatan GPM dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia di 411 titik, 38 provinsi dan 260 Kabupaten atau Kota,” pungkas Arif Firmanto. (*/Nri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *