Cegah DBD, Babinsa Tekung Laksanakan Pendampingan Kegiatan Fogging di Wilayah Binaan

Harianmerdekapost.com, Lumajang, Jatim – Sebagai upaya dan bentuk kewaspadaan terhadap berkembangnya penyakit demam berdarah dengue (DBD), Babinsa Tekung Koramil 0821/15 Tekung Serka Hariyanto, melaksanakan pendampingan kegiatan Fogging/pengasapan yang dilakukan oleh dinas kesehatan melalui Puskesmas Tekung bertempat di pemukiman Dusun Magersari RT 001 RW 001 Desa Tekung Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (5/2/2024).

Fogging atau pengasapan lingkungan rumah-rumah warga dilakukan sebagai salah satu metode pengendalian faktor penyebab penyakit demam berdarah. Dengan sasaran ke tempat-tempat yang disinyalir nyamuk dewasa berkembang, sebagai penyebab menyebarnya penyakit DBD.

Dalam kesempatan itu, Serka Hariyanto mengatakan dengan adanya program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang bekerja sama Puskesmas Tekung melaksanakan fogging diharapkan bisa membantu masyarakat dalam cegah dini timbulnya penyakit DBD.

“Saya menghimbau kepada warga yang rumahnya belum di fogging agar menutupi barang-barangnya seperti alat makan, baju, atau handuk agar ditempatkan yang rapat. Jangan biarkan ada makanan atau bahan makanan yang diletakkan di tempat terbuka dan buka jendela lebar-lebar agar terjadi pertukaran udara. Langkah ini dilakukan untuk mencegah efek samping atau dampak negatif yang mungkin terjadi setelah dilakukan penyemprotan atau pengasapan,” kata dia.

Sementara itu, Bidan Desa Tekung mengatakan, bahwa fogging dan pengasapan tersebut bertujuan untuk mengurangi populasi nyamuk, sehingga risiko penularan penyakit akibat gigitan nyamuk pun dapat ditekan. Namun, cara ini bukan satu-satunya upaya untuk memberantas nyamuk. Kegiatan pencegahan yang disebut 3M juga dianjurkan untuk dilakukan, karena dinilai lebih efektif dibandingkan hanya fogging saja

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan dengan selalu peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitarnya dan melakukan cara 3M, yaitu Menguras bak mandi, Menutup tempat penampungan air dan Mengubur barang-barang bekas yang tidak diperlukan lagi,” pungkasnya. (fjr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *